KITAINDONESIASATU.COM – Rencana pembangunan stadion sepak bola bertaraf internasional di Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang dijadwalkan mulai pada tahun 2025, mendapat dukungan dari DPRD Kalimantan Selatan. Namun, pembangunan infrastruktur tersebut dinilai harus sejalan dengan peningkatan prestasi olahraga di daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, menegaskan bahwa proyek stadion megah yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalsel 2025–2029 harus dibarengi dengan strategi konkret dalam membina atlet lokal.
“Peningkatan prestasi olahraga mesti berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur. Jangan sampai stadion hanya jadi bangunan megah tanpa prestasi membanggakan,” ujar Habib Umar, Selasa (15/4/2025).
Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar di bidang olahraga dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari empat juta jiwa. Namun, potensi tersebut belum tergarap maksimal dalam beberapa dekade terakhir.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga serius dalam melakukan pembinaan atlet, pelatih, dan sistem kompetisi yang berkelanjutan.
Habib Umar menyoroti pentingnya olahraga sebagai salah satu cara untuk mengangkat nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Ia bahkan menyinggung sejarah GANEFO (Games of the New Emerging Forces), ajang olahraga internasional yang digagas Presiden Soekarno sebagai alternatif dari Olimpiade.
“Pada masa Presiden Soekarno, Indonesia pernah keluar dari keanggotaan Olimpiade dan menggagas GANEFO sebagai wadah bagi negara-negara berkembang. Ini menunjukkan bahwa olahraga bisa jadi alat diplomasi dan pengaruh global,” tuturnya.
