KITAINDONESIASATU.COM – Kita sering mendengar kata husnul khatimah yang artinya akhir baik dari sebuah perjalanan hidup manusia. Husnul khatimah adalah menjadi Impian setiap Muslim.
Lantas bagaimana agar kita dapat meraih husnul khatimah, tentu tidaklah mudah. Menurut Muhmmad bin Abdullah Al-Jurjani Ad-Dimyathi, dalam rangka mencapai husnul khatimah, para ulama memberikan anjuran utama, yakni dengan senantiasa taat kepada Allah SWT, menjauhi dosa besar, menghindari ishrar (mengulang dosa kecil), membiasakan diri bertobat, membiasakan diri membaca Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, serta pantang menyakiti sesama manusia.
Al-Jurjani menganjurkan kepada umat Islam untuk mengamalkan doa untuk meraih husnul khatimah, yaitu sebagaimana berikut:
- Amalan sebelum Subuh
Doa ini bisa dibaca dan diamalkan pada waktu Subuh, tepatnya di antara sholat sunnah sebelum subuh dan sholat subuh:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ الْحُسَيْنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ نَجِّنِيْ مِنَ الْغَمِّ الَّذِيْ أَنَا فِيْهِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَاذَا الْجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ أَسْأَلُكَ اَنْ تُحْيِيَ قَلْبِيْ بِنُوْرِ مَعْرِفَتِكَ يَا اللهُ يَا اللهُ يَا اللهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Teks Latin: Bismillâhirraḫmânirraḫîm, Allâhumma biḫurmatil-Ḫusaini wa-akhîhi wa jaddihi wa abîhi wa ummihi wa banîhi, najjinî minal-ghammil-ladzî anâ fîhi, yâ Ḫayyu yâ Qayyûmu yâ Dzal-jalâli wal-ikrâmi, as’aluka ang tuḫyiya qalbî binûri ma‘rifatika, yâ Allâhu yâ Allâhu yâ Allâhu yâ Arḫamar-râḫimîn.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Wahai Allah! Dengan kehormatan al-Husain dan saudaranya, kakeknya, ayahnya, ibu serta anak cucunya. Selamatkanlah aku dari kesusahan yang ada padaku. Wahai dzat yang maha hidup, wahai dzat yang maha tegak, wahai dzat yang memilki keagungan dan kemuliaan! Aku bermohon kepada-Mu untuk mengidupkan hatiku dengan cahaya pengetahuan-Mu. Wahai Allah! Wahai Allah! Wahai Allah! Wahai dzat yang maha mengasihi!”
2. Amalan setelah Maghrib
Amalan kedua adalah melaksanakan sholat sunnah setelah Maghrib, di setiap rakaatnya membaca surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, surat Al-Falaq dan An-Nas. Setelah salam, membaca salawat tiga atau sepuluh kali kemudian berdoa dengan bacaan doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَوْدِعُكَ دِيْنِيْ فَاحْفَظْهُ عَلَيَّ فِى حَيَاتِيْ وَعِنْدَ مَمَاتِيْ وَبَعْدَ وَفَاتِيْ
Teks Latin: Allâhumma innî astawdi‘uka dînî faḫfadzhu ‘alayya fî ḫayâtî wa ‘inda mamâtî wa ba‘da wafâtî. Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku titipkan kepada-Mu agamaku, maka jagalah agama ini tetap ada padaku. Baik pada hidupku, ketika matiku, dan setelah wafatku.”
3. Menyempurnakan Wudhu
Amalan ketiga adalah membiasakan diri dalam menyempurnakan wudhu, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini:
أَشْهَدُ اَنْ لَا إِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ اَنْ لَا إِلٰهَ اِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ
Teks Latin: Asyhadu allâ ilâha illallâhu waḫdahû lâ syarîka lah wa asyhadu anna Muḫammadan ‘abduhû wa rasûluh. Allâhummaj‘alnî minat-tawwâbîna waj‘alnî minal-mutathahhirîn. Subḫânaka Allâhumma wa biḫamdika asyhadu allâ ilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik.
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang banyak bertobat dan (juga) jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang mensucikan diri. Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan sifat terpuji-Mu aku bersaksi tidak ada tuhan kecuali Engkau. Aku bermohon ampun kepada-Mu serta aku kembali pada-Mu”
4. Doa Syaikh Nawawi
Menurut Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi, bahwa orang yang membiasakan diri membaca doa-doa ini, maka dia akan mendapatkan predikat husnul khatimah, yaitu sebagaimana berikut:
أَللّٰهُمَّ أَكْرِمْ هَذِهِ الْأُمَّةَ الْمُحَمَّدِيَّةَ بِجَمِيْلِ عَوَائِدِكَ فِى الدَّارَيْنِ إِكْرَامًا لِمَنْ جَعَلْتَهَا مِنْ أُمَّتِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Teks Latin: Allâhumma akrim hâdzihil-ummatal-muḫammadiyyata bi jamîli ‘awâ’idika fîd-dârain, ikrâman liman ja‘altahâ min ummatihî, ṣhallallâhu ‘alaihî wa sallam.
Artinya: “Ya Allah, muliakanlah umat Nabi Muhammad ini dengan indahnya kebiasaan-Mu di dunia dan akhirat dengan kemulian yang benar-benar Engkau jadikan (kebiasaan tersebut) dari umatnya Nabi Muhammad SAW.”
5. Doa rutin
Terakhir, untuk meraih predikat husnul khatimah bisa membiasakan diri dengan membaca doa berikut ini:
يَا رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ بِقُدْرَتِكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ اِغْفِرْ لِيْ كُلَّ شَيْءٍ وَلَا تَسْأَلْنِيْ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَا تُحَاسِبْنِيْ فِيْ كُلِّ شَيْءٍ وَأَعْطِنِيْ كُلَّ شَيْءٍ.
Teks Latin: Yâ rabbakulli syai’im biqudratika ‘alâ kulli syai’in ighfir lî kullâ syai’in wa lâ tas’alnî ‘ang kulli syai’iw wa lâ tuḫâsibnî fî kulli syai’iw wa a‘thinî kullâ syai’in.
Artinya: “Wahai Tuhan segala sesuatu! Dengan kekuasaan-Mu atas segala sesuatu, ampunkanlah aku atas segala sesuatu. Janganlah engkau memintaku segala sesuatu! Dan janganlah engkau hisab aku dalam segala sesuatu serta anugerahilah aku segala sesuatu” (Muhmmad Nawawi bin Umar Al-Jawi, Nashaihul Ibad fi Bayani Alfadz Munabbihat Alal Isti’dad li Yaumil Ma’ad, [Beirut, Dar Al-Kotob Al-ilmiyah, 1971], hal. 7)
Itulah amalan agar kita bisa meraih husnul khatimah. Aamiin. (*)



