Lifestyle

Magis dan Meriah: Pesona Upacara Adat Babanir Bangun di Kalimantan Timur

×

Magis dan Meriah: Pesona Upacara Adat Babanir Bangun di Kalimantan Timur

Sebarkan artikel ini
FotoJet 7 6
Upacara Adat Babanir Bangun di Kalimantan Timur

KITAINDONESIASATU.COM – Kekayaan budaya Berau di Kalimantan Timur layak untuk dieksplorasi. Salah satu warisan budaya tersebut adalah Upacara Adat Babanir Bangun, tradisi khas masyarakat Suku Benua yang bermukim di Desa Babanir Bangun.

Ritual ini tidak hanya memperkuat tali silaturahmi antarwarga desa, tetapi juga menjadi acara dua tahunan yang menarik banyak perhatian, baik dari penduduk lokal maupun wisatawan.

Upacara ini dilangsungkan sebagai bentuk pelestarian budaya serta mempererat hubungan sosial antarwarga.

Selama sekitar tiga hari, beragam pertunjukan seni, budaya, hingga kegiatan olahraga meramaikan desa.

Ornamen khas, aneka hidangan lokal, dan semangat kebersamaan menjadikan acara ini semakin istimewa dan memikat minat wisatawan.

Tidak mengherankan jika desa ini semakin dikenal luas berkat penyelenggaraan tradisi yang semarak dan unik tersebut.

Salah satu bagian paling ikonik dalam upacara ini adalah Bagawai Uwat, yang secara harfiah berarti “Membuat Obat”.

Namun, bukan jamu yang dibuat oleh warga.
Sebaliknya, mereka akan merakit sebuah perahu kecil berwarna kuning dan menghiasinya dengan beragam makanan seperti pisang, ketan, nasi, dan telur.

Setelah itu, perahu tersebut dilepaskan di Sungai Bangun. Tujuan dari ritual ini adalah untuk menolak bala dan memohon keselamatan bagi warga desa.

Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap dipertahankan hingga kini.
Wisatawan pun diperkenankan untuk menyaksikan atau mendokumentasikan ritual tersebut, selama tidak mengganggu jalannya prosesi.

Ritual dipimpin oleh tetua adat yang memulai dari rumah warga, di mana perahu dan sesaji dipersiapkan bersama-sama.

Dalam beberapa kasus, pemimpin ritual bahkan dapat mengalami kerasukan, diyakini sebagai wujud komunikasi dengan roh leluhur.

Suasana mistis dan sakral terasa kental selama prosesi berlangsung.

Setelah persiapan selesai, warga akan bersama-sama membawa perahu ke sungai sambil memanjatkan doa-doa.

Makanan dan sesaji yang dihanyutkan dipercaya sebagai bentuk persembahan kepada makhluk halus demi keselamatan bersama.

Untuk menyaksikan upacara adat dan menikmati pesona desa, wisatawan dapat menuju Desa Babanir Bangun yang terletak di Kecamatan Sambaliung.

Perjalanan paling praktis adalah melalui Tanjung Redeb, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam via Jalan H. Isa.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *