Bisnis

Mobil Belum ada, PLN Siapkan Pabrik dan Stasiun Pengisian

×

Mobil Belum ada, PLN Siapkan Pabrik dan Stasiun Pengisian

Sebarkan artikel ini
HIDROEGN PLN
Salah satu instalasi hidrogen milik PT PLN Nusantara di Jakarta. Foto/PLN Nusantara

KITAINDONESIASATU.COM – Mobil hidrogen mulai diperkenalkan di Indonesia dengan pengoperasian stasiun pengisian bahan bakar hidrogen (Hydrogen Refueling Station, HRS) pertama di Senayan, Jakarta, mulai awal 2024.

Bahkan PLN Indonesia Power telah meresmikan 21 unit pabrik hidrogen hijau yang memproduksi hidrogen untuk berbagai kebutuhan, termasuk kendaraan.

Keunggulan pabrik hidrogen hijau milik PLN dibandingkan pabrik hidrogen lainnya, pabrik ini menggunakan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi, sehingga menghasilkan hidrogen hijau tanpa emisi polusi selama proses produksi.

Mampu memproduksi 199 ton hidrogen hijau per tahun, yang menempatkan Indonesia di posisi ke-8 dunia dalam produksi hidrogen hijau.

Pabrik ini dirancang untuk mendukung stasiun pengisian hidrogen (HRS) secara langsung, mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan efisiensi distribusi.

Dukungan Pemerintah: Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, menjadikannya bagian dari strategi nasional yang lebih luas.
Dengan keunggulan ini, PLN berkontribusi signifikan terhadap pengembangan ekosistem hidrogen hijau di Indonesia.

Meskipun teknologi ini menjanjikan, harga mobil hidrogen masih tinggi dan adopsinya belum masif di pasar Indonesia.

Harga mobil hidrogen masih relatif tinggi dan dapat bervariasi tergantung pada model dan produsen.

Berikut informasi tentang harga mobil hidrogen:

* Toyota Mirai: Harga Toyota Mirai di Indonesia belum dipasarkan secara resmi, tetapi di pasar global, harga mobil ini dapat mencapai sekitar Rp 1,5 miliar hingga Rp2 miliar (sekitar USD 100,000 – USD 150,000) tergantung pada konfigurasi dan fitur yang ditawarkan.

* Hyundai Nexo: Harga Hyundai Nexo juga belum dipasarkan secara resmi di Indonesia, tetapi di pasar global, harga mobil ini dapat mencapai sekitar Rp1,8 miliar hingga Rp2,5 miliar (sekitar USD 120,000 – USD 200,000) tergantung pada konfigurasi dan fitur yang ditawarkan.

Meskipun belum ada pabrikan otomotif lokal yang memproduksi mobil hidrogen secara langsung, pemerintah Indonesia sedang mengembangkan infrastruktur untuk penggunaan bahan bakar hidrogen, termasuk pembangunan stasiun pengisian ulang hidrogen (HRS) dan pabrik hidrogen hijau (GHP).

Harga mobil hidrogen di Indonesia masih belum ditentukan secara pasti, tetapi diharapkan akan lebih terjangkau ketika infrastruktur dan produksi lokal semakin berkembang. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *