KITAINDONESIASATU.COM – Beberapa hari lagi akan memasuki malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar adalah malam lebih baik daripada seribu bulan. Banyak orang yang menginginkannya dengan mengerjakan amalan-amalan ibadah.
Lalu amalan sunnah apa saja yang harus dikerjakan di malam Lailatul Qadar. Dalam hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barang siapa melaksanakan puasa Ramadan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya), maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barang siapa menegakkan malam Lailatul Qadar (mengisi dengan ibadah) karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya), maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya.” (HR Al-Bukhari)
Al-Hafizh Ibnu Rajab mengatakan bahwa menegakkan malam Lailatul Qadar adalah menghidupkan malamnya dengan sholat Tahajud.
Sementara menurut Sufyan At-Tsauri amalan sunah Nabi yang paling utama pada malam lailatul qadar adalah berdoa:
Terkait ungkapan Sufyan At-Tsauri, Al-Hafizh Ibnu Rajab berkata:
ومراده أن كثرة الدعاء أفضل من الصلاة التي لا يكثر فيها الدعاء وإن قرأ ودعا كان حسنا. وقد كان النبي صلى الله عليه وسلم يتهجد في ليالي رمضان ويقرأ قراءة مرتلة لا يمر بآية فيها رحمة إلا سأل ولا بآية فيها عذاب إلا تعوذ. فيجمع بين الصلاة والقراءة والدعاء والتفكر. وهذا أفضل الأعمال وأكملها في ليالي العشر وغيرها والله أعلم
Artinya: “Maksudnya adalah memperbanyak doa lebih utama dibanding sholat yang di dalamnya tidak terdapat banyak doa. Dan jika ia membaca (Al-Qur’an) dan berdoa, maka lebih bagus. Beliau berdalil dengan realita bahwa Nabi Muhammad saw melaksanakan sholat Tahajud di malam-malamnya bulan Ramadan dan membaca Al-Qur’an dengan tartil. Ketika beliau membaca ayat tentang rahmat, maka beliau berdoa, dan bila membaca ayat azab, maka beliau meminta perlindungan kepada Allah. Sebab itu maka mengombinasikan antara sholat, membaca Al-Qur’an, berdoa dan tafakur, adalah amal yang paling utama dan paling sempurna dikerjakan pada malam-malam sepuluh akhir bulan Ramadan dan malam-malam selainnya.” (Ibnu Rajab al-Hambali, Lathaiful Ma’arif).
Doa yang diajarkan Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Teks Latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwan fa’fu ‘anni.
Artinya: “Sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha memaafkan, menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku.”
Kesimpulannya adalah amalan paling utama malam Lailatul Qadar adalah dengan menggabungkan empat amalan sunnah Nabi yakni, sholat malam, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Wallahu ‘Alam Bisshawab. (*)





