KITAINDONESIASATU.COM – Dunia hiburan dan perfilman Indonesia dikejutkan dengan penunjukan Riefian Fajarsyah, atau yang lebih dikenal sebagai Ifan Seventeen, sebagai Direktur Utama Perum Produksi Film Negara (PFN) yang baru. Penunjukan ini tentu menimbulkan rasa penasaran publik mengenai sosok Ifan Seventeen, latar belakang, dan visi misinya dalam memimpin BUMN perfilman tersebut.
Kepastian penunjukan Ifan Seventeen sebagai salah satu dirut BUMN ini sebelumnya diunggahnya di akun Instagram pribadinya, Senin (10/3/20250. Dalam unggahan tersebut tertulis ucapan selamat kepada dirinya usai dilantik menjadi Dirut PFN. Selain itu, terlihat 10 karangan bunga dari relasi dan sesama artis/penyanyi.
Ifan Seventeen dikenal luas sebagai vokalis dari grup band Seventeen yang populer di era 2000-an. Pria kelahiran Yogyakarta, 16 Maret 1983 ini, memulai karier musiknya bersama Seventeen sejak tahun 2008, menggantikan vokalis sebelumnya. Bersama Seventeen, Ifan telah menelurkan sejumlah album hits dan lagu-lagu yang melekat di hati para penggemarnya.
Namun, tragedi tsunami Banten pada 22 Desember 2018 mengubah jalan hidup Ifan. Bencana tersebut merenggut nyawa ketiga personel Seventeen lainnya, serta istrinya, Dylan Sahara. Ifan menjadi satu-satunya personel Seventeen yang selamat dari tragedi tersebut.
Setelah melewati masa-masa sulit, Ifan bangkit dan kembali berkarya di dunia musik. Ia terus aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Selain itu, Ifan juga menunjukkan ketertarikannya pada dunia bisnis dan manajemen.
Penunjukan Ifan sebagai Dirut PFN tentu menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Meski latar belakangnya lebih dikenal sebagai musisi, Ifan dinilai memiliki kemampuan kepemimpinan dan visi yang kuat untuk memajukan PFN.
PFN sendiri merupakan BUMN yang memiliki sejarah panjang dalam perfilman Indonesia. Di bawah kepemimpinan Ifan, diharapkan PFN dapat kembali bangkit dan menghasilkan karya-karya film berkualitas yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Penunjukan Ifan Seventeen sebagai Dirut PFN ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk para pelaku industri perfilman. Mereka berharap kehadiran Ifan dapat membawa angin segar bagi PFN dan perfilman Indonesia secara keseluruhan.(*)



