KITAINDONESIASATU.COM – Pada Senin, 26 Agustus 2024, otoritas Ukraina melaporkan bahwa sedikitnya lima orang tewas dan 30 lainnya terluka akibat serangan udara Rusia yang menghantam 15 wilayah, menargetkan infrastruktur energi negara tersebut.
“Akibat serangan ini oleh Federasi Rusia, lima orang tewas dan 30 lainnya terluka,” ujar Oleksandr Khorunzhiy, juru bicara Dinas Darurat Negara Ukraina, dalam program nasional Ukraina, United News.
Khorunzhiy menambahkan bahwa 740 penyelamat dan 176 unit peralatan telah dikerahkan untuk operasi pencarian dan penyelamatan, dengan beberapa tim masih bekerja di lapangan.
Rusia dikabarkan menggunakan berbagai jenis pesawat tak berawak dan rudal dalam serangan tersebut, memaksa operator jaringan listrik Ukraina, Ukrenergo, untuk melakukan pemadaman listrik darurat guna menstabilkan sistem energi.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyebut serangan ini sebagai “salah satu yang terbesar,” dalam pernyataannya di platform X, dengan klaim bahwa Rusia meluncurkan lebih dari 100 pesawat tak berawak dan rudal.
Zelenskyy juga mengungkapkan adanya “kerusakan signifikan” pada infrastruktur energi Ukraina dan mendesak mitra Barat untuk mencabut pembatasan penggunaan kemampuan jarak jauh.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan pergerakan sejumlah besar pesawat tak berawak Rusia melintasi beberapa wilayah, serta adanya aktivitas 11 pesawat pengebom strategis Tu-22MS.
Di Kyiv, beberapa distrik ibu kota mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan air akibat pemadaman tersebut.
Gubernur Dnipropetrovsk, Serhii Lysak, melaporkan bahwa seorang pria berusia 69 tahun tewas dalam serangan besar itu.
Gubernur Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, juga melaporkan satu korban tewas dan satu lainnya terluka akibat serangan rudal di wilayahnya.
Sementara itu, Gubernur Kharkiv, Oleh Synyehubov, mengungkapkan bahwa satu orang tewas di distrik Izium karena serangan rudal yang menghantam “perusahaan sipil.”
Gubernur Zhytomyr, Vitaliy Bunechko, melaporkan bahwa seorang wanita tewas di wilayah barat laut akibat kerusakan pada bangunan tempat tinggal dan infrastruktur penting.- ***
Sumber: The Guardian


