KITAINDONESIASATU.COM– Suasana haru melanda Kota Bogor saat Wakil Wali Kota, Jenal Mutaqin, dan Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda), Hanafi, meninjau lokasi bencana longsor yang merenggut nyawa seorang bayi berusia 11 bulan, Saka. Kejadian ini berlangsung di Kampung Babakan Poncol, RT 1/2, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Ibu korban, Novi (40), kini terbaring di Rumah Sakit FMC di Jalan Raya Jakarta-Bogor setelah mengalami luka parah.
Jenal Mutaqin dengan rasa tulus menyatakan, “Atas nama pribadi dan Pemkot Bogor, saya sangat prihatin atas peristiwa ini. Kami mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas kehilangan ini. Mari kita doakan almarhum mendapatkan husnul khotimah, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.”
Pascakejadian, kondisi Novi dilaporkan masih tidak sadarkan diri. “Setelah mengecek lokasi bencana, saya dan Pak Sekda akan segera ke rumah sakit untuk memastikan penanganan yang optimal. Jika diperlukan, kami siap evakuasi ke RSUD Kota Bogor,” tegas Jenal, Selasa 4 Maret 2025.
Laporan terbaru menyebutkan, hingga pukul 01.00 WIB, Selasa 4 Maret 2025, terdapat 11 kejadian bencana di Kota Bogor. Jenal Mutaqin kembali menekankan pentingnya kewaspadaan.
“Saya mohon kepada seluruh aparat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Warga yang tinggal di bantaran sungai harus selalu waspada, karena bencana sering datang tanpa tanda,” himbaunya.
Kota Bogor kini lebih dari sekadar tempat, namun menjadi simbol ketahanan dan persatuan masyarakat menghadapi ujian berat.
“Saya mohon doa semua pihak agar Kota Bogor diberikan ketabahan dan kekuatan,” tutupnya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menghadapi tantangan ini. (Nicko/Yo)

