Berita UtamaNews

Mendaki di Cuaca Dingin? Waspadai Hipotermia!

×

Mendaki di Cuaca Dingin? Waspadai Hipotermia!

Sebarkan artikel ini
FotoJet 16
Hipotermia di Gunung Bisa Mematikan

KITAINDONESIASATU.COM – Hipotermia terjadi ketika suhu inti tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius, disebabkan oleh kehilangan panas yang lebih cepat daripada produksi panas tubuh.

Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang dapat mengganggu fungsi jantung, sistem saraf, serta organ lainnya, dan jika tidak ditangani segera, dapat berujung pada kegagalan organ atau bahkan kematian.

Menurut Mayo Clinic, Minggu (2/3/2025), hipotermia biasanya disebabkan oleh paparan suhu dingin ekstrem atau perendaman dalam air dingin.

Untuk mengatasi kondisi ini, tubuh harus segera dikembalikan ke suhu normal dengan metode pemanasan yang tepat.

Baca Juga  Kegiatan Jajaran Polda Metro Jaya, Mulai Pemberian Penghargaan Hingga Pengamanan Logistik Pilkada

Gejala awal hipotermia mencakup menggigil, yang merupakan respons alami tubuh untuk menghasilkan panas.

Selain itu, penderita bisa mengalami kebingungan, mengantuk, kehilangan ingatan, bicara yang tidak jelas, hingga kehilangan kesadaran.

Detak nadi juga cenderung melemah, dan dalam beberapa kasus, penderita tidak menyadari bahwa mereka mengalami hipotermia.

Karena hipotermia dapat menyebabkan gangguan kognitif, penderita sering kali kehilangan kesadaran diri dan cenderung bertindak sembrono. Oleh karena itu, jika ada seseorang yang menunjukkan tanda-tanda hipotermia, segera cari pertolongan medis.

Sambil menunggu bantuan, pindahkan penderita ke tempat yang lebih hangat dengan hati-hati, karena gerakan mendadak dapat memicu gangguan irama jantung yang berbahaya.

Baca Juga  Belum Berusia 30 Tahun, Kaesang Terancam Tak Bisa Ikut Pilkada 2024

Jika pakaian mereka basah, segera ganti dengan pakaian kering atau selimut tebal untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *