News

Penyerangan Polres Tarakan oleh Oknum TNI, DPR Minta Tindakan Tegas

×

Penyerangan Polres Tarakan oleh Oknum TNI, DPR Minta Tindakan Tegas

Sebarkan artikel ini
FotoJet 3 34
Mako Polres Tarakan diserang pada Senin (24/2/2025) pukul 23.00 Wita. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengecam keras aksi penyerangan terhadap Markas Kepolisian Resor (Polres) Tarakan yang diduga dilakukan oleh sekelompok anggota TNI pada Senin (24/2/2025) malam.

Hasanuddin menuntut agar seluruh prajurit yang terlibat diberikan sanksi tegas dan hukuman berat.

“Kami mengutuk penyerangan yang dilakukan oleh puluhan oknum prajurit TNI tersebut,” ujar Hasanuddin dalam keterangannya, Selasa (25/2/2025).

Ia juga meminta Panglima Kodam setempat untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku, termasuk memberi sanksi lebih berat bagi Komandan Peleton (Dan Ton) dan Komandan Kompi (Dan Kie) yang bertanggung jawab atas kedisiplinan prajuritnya.

“Jika perlu, berikan hukuman dua tingkat lebih berat kepada mereka, termasuk kepada para komandan peleton dan kompi,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Hasanuddin mengusulkan agar komandan di tingkat bawah tinggal bersama prajurit di barak guna meningkatkan pengawasan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi serta kerja sama yang lebih baik antara TNI dan aparat keamanan setempat.

“Setiap satuan harus rutin melakukan sosialisasi dan menjalin silaturahmi dengan pasukan tetangga, termasuk antara TNI dan Polri,” tambahnya.

Kronologi Penyerangan

Penyerangan terjadi pada Senin (24/2/2025) malam ketika sekitar 20 oknum prajurit TNI mendatangi Markas Polres Tarakan menggunakan truk hijau.

Mereka turun dengan membawa batu, kayu, dan besi, lalu menyerang anggota jaga, Bripda Muhammad Nur Rizky dan Bripda Rahmat Kurniawan.

Setelah melakukan pemukulan, kelompok tersebut merusak fasilitas markas, termasuk meja dan kursi di depan SPKT, kaca ruang SPKT dan ruang Kapolres, serta pintu dan jendela kaca di ruangan ETLE.

Beberapa saat kemudian, mobil patroli tiba di lokasi, tetapi para pelaku melanjutkan pengejaran terhadap anggota kepolisian lainnya.

Bripda I Putu Anugrah mengalami pengeroyokan dan kehilangan senjata api dalam insiden tersebut.

Akibat serangan ini, lima anggota kepolisian mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Jusuf SK.

Berikut daftar korban:

Muhammad Nur Rizky – Luka robek di kepala bagian atas, luka lebam di lengan kiri.

I Putu Anugrah – Luka robek di kepala bagian belakang.

Fauzan Hidayat – Luka lebam di kepala dan tangan.

Rahmat Kurniawan – Luka lebam di pipi kanan dan kiri, serta kedua lengan.

Richard Pasambo – Luka lebam di kepala bagian kiri.

Kesalahpahaman

Menanggapi insiden ini, Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman menyatakan bahwa penyerangan terjadi akibat kesalahpahaman.

Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Kav Kristiyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dan terukur untuk menyelesaikan permasalahan ini secara profesional.

“Kodam VI/Mulawarman bersama Korem 092/Mrl dan Brigif 24/BC telah berkoordinasi dengan jajaran Polres Tarakan guna mencegah eskalasi lebih lanjut,” ujar Kristiyanto dalam keterangannya, Selasa (25/2/2025).- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *