News

Dugaan Suap Pengangkatan Kepling di Medan Labuhan Jadi Sorotan Anggota DPRD

×

Dugaan Suap Pengangkatan Kepling di Medan Labuhan Jadi Sorotan Anggota DPRD

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Medan Romauli Silalahi S S T M K M. (Ist)
Anggota DPRD Medan Romauli Silalahi S S T M K M. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Diduga terjadi adanya suap untuk seseorang menjadi Kepala Lingkungan, kendati tidak memenuhi syarat di Kecamatan Medan Labuhan, kita Medan, Provinsi Sumatera Utara. 

Anggota DPRD Medan Romauli Silalahi ingatkan Camat Medan Labuhan, agar tidak semena mena mengangkat Kepala Lingkungan (Kepling) di daerahnya. Jangan ada lagi kecurangan.

“Pengangkatan dan Penetapan seorang Kepling harus mengacu pada Peraturan Walikota (Perwal) No 21 Tahun 2021. Jangan karena wewenang Camat untuk penetapan Kepling lantas suka suka berpihak kepada seseorang dengan melanggar aturan, ” tegas Romauli Silalahi saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang komisi I gedung DPRD Medan, Selasa 25 Februari 2025, terkait dugaan kecurangan pengangkatan Kepling 8 Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan.

Roma Uli Silalahi asal politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyarankan agar setiap penetapan Kepling harus transparan.Jika saja Camat sudah menetapkan satu pilihannya, tentu harus memberitahukan kelebihan dan kekurangan para Calon Kepling yang kalah dan yang menang. 

“Kasih tahu kepada yang kalah dimana kekurangannya, itu bukti transparansi,” sebut Roma Uli. 

Pada kesempatan itu, Roma Uli juga menyentil sifat Camat Medan Labuhan Nasir yang terkesan sombong dan tidak komunikatif. Camat sangat sulit ditemu begitu juga dihubungi via telephon. Bahkan, melalui komunikasi telephon, Camat sering berasumsi lagi berada diluar wilayah kerja. 

“Camat itu tidak boleh terlalu sering meninggalkan wilayah kerja. Bila masyarakat butuh mau jumpa tidak boleh mengelak karena Camat lah perpanjangan Walikota di Kecamatan,” ungkap Roma Uli.

Begitu juga soal Kepling 8, sepatutnya kan gak perlu sampai ke DPRD dan dilakukan RDP jika saja Camat mau ditemui warga untuk mempertanyakan dugaan kecurangan penetapan Kepling. 

“Tapi kuat dugaan terjadi kecurangan saat proses perekrutan maka Camat pun tidak bersedia bertemu dengan masyatakat untuk klarifikasi,” tandas Roma Uli.(Lilik/Yo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *