KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah akan segera melakukan sosialisasi terkait kriteria pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar Subsidi. Artinya, para pemilik kendaraan Mitsubishi Pajero, Toyota Fortuner hingga Toyota Innova sudah tak boleh lagi menggunakan BBM bersubsidi tersebut.
Langkah itu diambil karena saat ini masih banyak pemilik kendaraan mewah yang menikmati BBM bersubsidi. Dengan pembatasan yang diberikan, diharapakan nantinya penyaluran BBM bersubsidi dapat lebih tepat sasaran.
“1 September, kita kan harus sosialisasi dulu (pembatasan pengguna BBM bersubsidi),” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, yang dikutip Minggu (25/8).
Menurut Arifin, saat ini pihaknya tengah menyiapkan kriteria kendaraan yang nantinya masih berhak menggunakan BBM bersubsidi tersebut. “Ya sedang disiapkan lah. Nanti yang ngomongin kan bukan saya. Ya dua-duanya lah (Pertalite dan Solar Subsidi),” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan, mobil sekelas Fortuner dan Pajero merupakan mobil ‘bagus’. Sehingga ia mempertanyakan kelayakan BBM Solar Subsidi untuk dipakai pada mobil tersebut.
“Kira-kira layak gak ya dia (Pajero dan Fortuner)? Sepertinya mobilnya juga kan bagus,” kata Dadan Saat ditanya kepastian apakah mobil sekelas Pajero dan Fortuner apakah sudah tidak bisa lagi membeli Solar Subsidi, belum lama ini.
Dadan menyatakan, pemerintah akan mempertajam kriteria pengguna BBM bersubsidi. Karena itu, pihaknya tengah menyiapkan berbagai program untuk mensosialisasikan aturan terbaru yang akan dirilis oleh pemerintah.
“Kriteria pengguna BBM subsidi lagi dibahas, sudah hampir selesai sih pembahasannya. Kan udah dibahas di rakor Menko (Bidang Perekonomian), waktu itu Pak Menko (Airlangga Hartarto) sudah memberikan penjelasan,” imbuhnya.
Seperti diketahui, berhembus kabar bahwa akan dilarang menggunakan BBM subsidi adalah kendaraan dengan cubicle centimeter (CC) yang tinggi di atas 2.400 CC sekelas Pajero dan Fortuner. Jenis lain seperti Innova juga disebut akan menjadi salah satu kriteria mobil bagus yang dilarang menggunakan BBM bersubsidi. (*)


