News

UEA Mediasi Pertukaran Tawanan Perang Antara Rusia dan Ukraina

×

UEA Mediasi Pertukaran Tawanan Perang Antara Rusia dan Ukraina

Sebarkan artikel ini
FotoJet 3 12
Tangkap layar, pertukaran tawanan perang Rusia dan Ukraina

KITAINDONESIASATU.COM – Rusia dan Ukraina menukar 115 tawanan perang dari masing-masing pihak, dengan Uni Emirat Arab (UEA) bertindak sebagai perantara, Sabtu 24 Agustus 2024.

Pertukaran ini merupakan yang pertama sejak Ukraina melancarkan serangan besar di wilayah Kursk, Rusia, pada 6 Agustus, serangan terbesar di Rusia oleh kekuatan asing sejak Perang Dunia II.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa para prajurit mereka yang ditukar ditangkap di wilayah Kursk.

Semua tentara Rusia yang dibebaskan kini berada di Belarus dan akan menerima perawatan medis serta rehabilitasi sebelum kembali ke Rusia.

Kementerian juga mengucapkan terima kasih kepada UEA atas peranannya dalam memfasilitasi pertukaran tersebut.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengunggah foto tawanan perang Ukraina yang mengenakan bendera biru dan kuning negara mereka dan saling berpelukan.
Zelenskiy menyatakan bahwa mereka yang kembali adalah prajurit dari berbagai unit, termasuk penjaga perbatasan, garda nasional, angkatan laut, dan angkatan bersenjata.

Ia juga berterima kasih kepada pasukan Ukraina yang telah membantu dalam mengisi kembali jumlah tahanan untuk pertukaran.

Kyiv mengklaim telah menciptakan zona penyangga di wilayah yang digunakan oleh Rusia, yang sejak Februari 2022 telah mengirim puluhan ribu tentaranya ke Ukraina untuk menyerang sasaran di negara itu.
Kementerian Luar Negeri UEA menegaskan peran mereka dalam memfasilitasi pertukaran, dan mencatat bahwa total tawanan yang telah dipertukarkan melalui mediasi mereka kini mencapai 1.788 orang.

Ini adalah pertukaran tahanan ketujuh yang dimediasi UEA sejak invasi Rusia ke Ukraina.
UEA menegaskan bahwa kemampuan mereka untuk berbicara dengan berbagai aktor internasional memungkinkan mereka menengahi secara efektif antara pihak-pihak yang terlibat dan mempromosikan kerja sama serta keamanan.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *