KITAINDONESIASATU.COM – Samsung Galaxy S25 Plus dan S25 Ultra tetap mempertahankan dukungan pengisian daya cepat 45W, seperti pendahulunya di seri S24 dan S23.
Namun, banyak pengguna melaporkan bahwa pengisian daya pada kedua perangkat ini terasa jauh lebih lambat dibandingkan yang seharusnya.
Perubahan utama terletak pada protokol pengisian daya 45W yang kini digunakan Samsung. Perangkat ini dilengkapi dengan kabel 3A dan bergantung pada input 15V untuk mencapai kecepatan pengisian maksimalnya.
Namun, pengguna yang menggunakan kabel 5A justru mengalami kecepatan pengisian yang jauh lebih rendah, dengan rata-rata di bawah 15W.
Masalah ini tampaknya terkait dengan perangkat lunak, dan Samsung diharapkan segera merilis pembaruan untuk mengatasinya.
Sementara menunggu perbaikan resmi, pengguna yang terdampak disarankan untuk menggunakan kabel 3A bawaan sebagai solusi sementara.
Samsung Italia telah mengakui adanya “anomali pengisian daya dengan kabel 5A” dan menyatakan bahwa mereka tengah menyelidiki serta memperbaikinya.
Sementara itu, diskusi di Reddit memberikan wawasan lebih lanjut mengenai permasalahan ini.
Seorang pengguna Reddit bernama Brangusler membagikan pengalamannya menguji Galaxy S25+ dengan beberapa adaptor daya dari Anker.
Ia mencatat bahwa ponselnya hanya sesekali mencapai daya 25-28W, dan lebih sering beroperasi pada daya rendah sekitar 5-10W tanpa alasan yang jelas. Jika beruntung, perangkatnya dapat bertahan di 15W secara stabil.
Galaxy S25+ dan S25 Ultra menggunakan teknologi Power Delivery (PD), standar universal untuk pengisian daya cepat.
Idealnya, ini memungkinkan perangkat kompatibel dengan berbagai adaptor dan kabel PD dari berbagai produsen, termasuk pengisi daya laptop atau adaptor pihak ketiga seperti Anker. Namun, dalam praktiknya, banyak pengguna mengalami kendala yang menunjukkan sebaliknya.
Menariknya, belum ada laporan masalah terkait adaptor daya resmi Samsung, yang harus dibeli terpisah meskipun pengguna mungkin sudah memiliki beberapa pengisi daya PD sebelumnya.
Hal ini menimbulkan spekulasi apakah ini hanya bug atau ada kebijakan tertentu yang diterapkan Samsung.
Semoga saja masalah ini dapat segera diperbaiki melalui pembaruan perangkat lunak dan bukan merupakan strategi yang disengaja.- ***
