KITAINDONESIASATU.COM – Tim peretas Iran, –dikenal sebagai APT42 atau CharmingKitten– diduga telah membobol kampanye calon presiden Partai Republik, Donald Trump, dan memasang perangkat lunak pengawasan pada ponsel korbannya.
Perangkat lunak ini memungkinkan mereka merekam panggilan, mencuri pesan teks, serta mengaktifkan kamera dan mikrofon tanpa sepengetahuan korban.
APT42 diyakini memiliki keterkaitan dengan Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC-IO), divisi intelijen militer Iran, dan telah dikenal sebagai ancaman spionase yang serius bagi target-target bernilai tinggi di Washington dan Israel.
John Hultquist, kepala analis di perusahaan keamanan siber Mandiant, menekankan bahaya kelompok ini, yang sebelumnya telah menargetkan aktivis dan pengunjuk rasa Iran, beberapa di antaranya ditangkap atau diancam secara fisik setelah diretas.
Pemerintah Iran membantah tuduhan campur tangan dalam pemilihan presiden AS, namun juru bicara Trump menyatakan bahwa Iran menargetkan mantan presiden tersebut karena kebijakan kerasnya terhadap Teheran.
APT42 belum disebutkan dalam dakwaan penegak hukum AS, namun para ahli percaya mereka merupakan ancaman signifikan.
IRGC-IO bertanggung jawab mengumpulkan intelijen untuk kepentingan Republik Islam, bersama dengan Pasukan Quds, entitas keamanan dan intelijen yang paling berpengaruh di Iran.
Pada Maret lalu, APT42 mencoba meretas Iran International, grup media AS yang sebelumnya mendapat ancaman dari agen terkait Iran.
Kelompok ini sering menggunakan malware seluler untuk merekam panggilan, mencuri pesan teks, dan mengumpulkan data lokasi.
Kampanye Trump telah memperingatkan stafnya tentang kerentanan ponsel, sementara FBI dan intelijen AS menolak berkomentar.
APT42 juga dikenal melakukan penipuan rekayasa sosial yang canggih, menargetkan aktivis, jurnalis, akademisi, dan pejabat pemerintah Barat, serta kontraktor pertahanan AS.- ***
Sumber: Reuters

