KITAINDONESIASATU.COM – Pada tanggal 1 Februari 2025, ada kejadian cukup langka di Gampong Julok Rayeuk Selatan, Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur. Saat itu, warga menemukan seekor gajah liar mati.
Yang membuat heboh, gajah tersebut diduga mati akibat mengonsumsi pupuk yang terdapat di kebun warga setempat.
“Dugaan, gajah itu mati akibat mengnsumsi pupuk,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, sebagaimana dikutip dari RRI, Senin 3 Februari 2025.
Menurut informasi, sebelum mati, gajah tersebut sempat mendapatkan perawatan intensif dari tim medis BKSDA Aceh.
Tim memberikan perawatan berupa infus dan obat-obatan untuk mengatasi luka-luka yang diderita, khususnya pada bagian belalai dan mulut yang terinfeksi.
Namun, meskipun upaya medis telah dilakukan, gajah tersebut tidak dapat diselamatkan.
Kurangi potensi konflik
Dalam keterangannya, Ujang Wisnu Barata menekankan pentingnya kerjasama antara masyarakat dan pihak berwenang dalam mengurangi potensi konflik antara manusia dan gajah liar.
Ujang mengimbau agar warga yang tinggal di daerah rawan perlintasan gajah tidak menanam tanaman yang disukai oleh satwa tersebut, seperti pisang dan kelapa, untuk menghindari insiden yang merugikan kedua belah pihak.


