KITAINDONESIASATU.COM – Polda Jatim terus melakukan penyelidikan kasus terkait kasus pembunuhan mutilasi di dalam koper merah yang ditemukan warga di Ngawi, Kamis (23/1/2025) lalu.
Dari peristiwa itu akhirnya terungkap korban diketahui bernama Uswatun Khasanah (29) seorang janda dua anak warga Sidodadi, Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Sementara pelaku dari kasus pembunuhan mutilasi adalah dilakukan kekasih korban sendiri bernama Rohmat Tri Hartantanto antau Antok (33) warga Tulungagung.
Korban merupakan kekasih gelap dari Antok sosok pria beranak dua, memiliki seorang istri syah warga Tulungagung.
Ada Sosok Pria Lain, Saat Pelaku Mutilasi Angkat Koper Merah Berisi Jasad Uswatun Khasanah
Dari hasil pemeriksaan sementara polisi mengungkapkan motif dari kasus pembunuhan dan mutilasi adalah karena tersangka sakit hati yang menumpuk kepada kekasih gelapnya itu.
Kedua pasangan yang mengaku sebagai suami istri siri ini sudah berhubungan selama 2 tahun lamanya.
Sementara korban sendiri sudah 5 tahun berada di Tulungagung yang mengaku bekerja sebagai sales produk kosmetik.
Selama ini korban ngekos di kawasan Jalan Palima Sudirman, Kota Tulungagung.
Kepada penyidik tersangka mengaku sakit hati dari rentetan berbagai peristiwa yang menyakitkan tersangka seperti selain kerap meminta uang kepada dirinya.
Pelaku Mutilasi Koper Merah Mengaku Dihantui, Sempat Berfikir Lari ke Taiwan
Korban pernah suatu saat memasukkan seorang laki-laki lain di kamar kosnya, pada hal selama ini tersangka mengaku di sekitar kos-kosan korban dia adalah sebagai suami siri, ini yang membuat cemburu Antok.
Korban juga pernah menyakiti dirinya dengan mengolok-olok anak perempuannya, bahkan dia mendoakan anak perempuannya kelak akan menjadi PSK.
Tersangka juga mengaku, korban juga terus mendesak agar segera menikahinya, namun dengan persyaratan yang berat.
Koban meminta agar menghilangkan anak perempuan keduanya, permohonan ini yang paling berat dan menyakitkan bagi tersangka.
Hingga akhirnya pada puncaknya ketika terjadi cecok di dalam kamar 301 di sebuah hotel di Kediri korban mencekik hingga meninggal dunia, Minggu (19/1/2025) tengah malam dan berlanjut dimutilasi pada Senin (20/1/2025) dini hari hingga pagi hari.
Kasus Mutilasi Koper Merah, Setelah Dibunuh Jasad Korban Sempat Menginap di Rumah Kosong Neneknya
Kabar terbaru dari peristiwa ini yakni beredarnya rekaman CCTV korban yang memperlihatkan kemesraan Uswatun Khasanah bersama pacarnya Antok saat mereka makan malam bersama.
Acara makan malam dilakukan di salah satu restoran di Kota Kediri, rekaman itu diambil beberapa jam sebelum korban akhir dibunuh dan dimutilasi di dalam kamar hotel.
Menurut data yang tertera rekaman CCTV itu diambil pada Minggu, 19 Januari 2025 sekitar pukul 20:28 WIB.
Pada jam itu merupakan momen kedatangan kedua pasangan ini dan momentum makan malam antara tersangka Antok dan korban mutilasi Uswatun Khasanah.
Seperti terlihat dalam rekaman CCTV yang diambil dari hotel pada 20 Januari 2025 pukul 01:00 WIB dini hari tersangka membawa koper merah ke dalam kamar 301.
Pelaku Mutilasi Minta Maaf dan Menangis, Diminta Menikahi Korban Dengan Syarat yang Berat
Kemudian rekaman berikutnya menunjukkan pada pukul 05:00, tersanka membawa koper keluar dari kamar hotel dan memasukkan ke dalam bagasi mobil putih yang terparkir di dekat kamar tersangka.
Saat Antok membawa korper merah keluar dari kamar hotel terlihat sosok laki-laki lain duduk sambil bermain ponsel di teras hotel, diketahui sosok pria ini adalah kerabat korban.
Dari data-data di atas diperkirakan mutilasi yang dilakukan tersangka kepada korban adalah antara pukul 01:00 WIB hingga pukul 05:00 WIB.
Polda Jatim tidak menampik adanya rekaman CCTB yang memperlihatkan kemesraan di antara mereka berdua yang kemudian berakhir kematian di dalam kamar.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto sebelumnya mengungkapkan polisi melakukan pemeriksaan secara mendalam kepada tersangka.
Termasuk juga telah melakukan pemeriksaan dengan psikiater selama 6 jam, sementara hasilnya masih dalam proses anilisis.
Dari analisa ini tersangka dapat diketahui apakah pelaku mutilasi atas nama tersangka Antok merupakan pskopat atau tidak.
Dalam rekaman CCTV itu, di antara kedua korban dan pelaku tidak menunjukkan tanda-tanda ada masalah, namun setelah dilakukan penyelidikan di antara mereka ada masalah yang mendalam. **



