KITAINDONESIASATU.COM – Warganet heboh dengan anjloknya dollar AS terhadap mata uang rupiah. Di layanan Google Finance pada Sabtu, 1 Februari 2025 tertulis 1 dolar AS di posisi Rp 8.170 yang berarti ada penurunan 50 persen.
Hingga pukul 19.40 WIB unggahan tersebut dibaca 36 ribu orang dan menjadi trending topik di X.Banyak yang menyebut semua karena kesalahan sistem dan sebagian juga karena teori politik.
“Cek harga emas dan perak kok turun, ternyata dicek di Google 1 Dolar setara 8 ribu Rupiah. Beneran 8 ribu apa ada masalah pada sistem Google ya? Ada apa ini?” sebut satu netizen pada Sabtu 1 Februari 2025.
Unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 10 ribu kali dan mendapat puluhan komentar dari pengguna lain yang mempertanyakan keakuratan data tersebut. Tidak hanya Dolar, kurs Euro juga tercatat anjlok menjadi Rp8.348,5 per Euro.
Terkait dengan kasus tersebut, Bank Indonesia (BI) angkat bicara nilai tukar rupiah yang tiba-tiba menguat terhadap dolar Amerika Serikat dan euro dalam layanan Google Finance pada Sabtu, 1 Februari 2025.
Dalam layanan Google Finance, ketika mengetik USD to IDR, dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di posisi 8.170 pada 1 Februari. Dengan demikian dolar AS turun 50,04 persen terhadap rupiah.
Selain dolar AS, rupiah juga perkasa terhadap euro. Posisi euro terhadap rupiah di kisaran 8.348, sehingga euro susut 50,68 persen terhadap rupiah.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menuturkan, posisi rupiah sentuh 8.000 karena ada masalah di Google. Ia pun menunjukkan tangkapan layar yang menunjukkan posisi dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.333 pada 1 Februari 2025.
Selain itu tangkapan layar di Yahoo Finance, posisi dolar AS terhadap rupiah di 16.294.”Ada permasalahan di Googlenya,” ujar Destry dikutip dari liputan6.com.
Hal senada disampaikan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso. Ia menuturkan, level nilai tukar USD terhadap rupiah 8.100-an seperti yang tercantum di Google bukan level seharusnya.
“Data Bank Indonesia mencatat kurs Rp 16.312 per dolar AS pada tanggal 31 Januari 2025,” ujarnya. (***)

