Inovasi

4 Negara yang Blokir Chatbot DeepSeek, Amerika Terdepan

×

4 Negara yang Blokir Chatbot DeepSeek, Amerika Terdepan

Sebarkan artikel ini
4 Negara yang Blokir Chatbot DeepSeek, Amerika Terdepan
4 Negara yang Blokir Chatbot DeepSeek, Amerika Terdepan

KITAINDONESIASATU.COM – Beberapa negara mulai menerapkan pembatasan hingga pemblokiran terhadap chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek. 

Chatbot ini pertama kali dirilis pada 2023 dan terus berkembang dengan peluncuran model terbaru, DeepSeek R1, pada November 2024. Situs resminya pun diperkenalkan pada Januari 2025.

Popularitas DeepSeek melonjak pesat, menjadikannya salah satu chatbot AI paling banyak diunduh di berbagai negara, termasuk Australia, Kanada, China, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). 

Namun, beberapa pemerintah khawatir dengan potensi risiko keamanan dan privasi yang ditimbulkan, sehingga mulai melakukan pembatasan hingga pemblokiran terhadap aplikasi ini.

BACA JUGA : Mengapa AI China DeepSeek Bikin Amerika Ketar-ketir?

4 Negara yang Membatasi dan Memblokir DeepSeek

1. Amerika Serikat

Meskipun DeepSeek banyak digunakan di AS, beberapa lembaga pemerintah telah melarang pemakaiannya. CNBC melaporkan bahwa Angkatan Laut AS mengeluarkan larangan bagi anggotanya untuk menggunakan aplikasi ini sejak 24 Januari 2024. Larangan ini mencakup penggunaan DeepSeek baik untuk urusan pekerjaan maupun pribadi, termasuk mengunduh dan memasangnya di perangkat mereka.

Baca Juga  Keputusan Munas NU 2025: Negara Tak Boleh Terbitkan Sertifikat Kepemilikan Laut

Selain itu, Departemen Pertahanan AS juga mengambil langkah pemblokiran setelah ditemukan sejumlah pegawainya yang menggunakan DeepSeek di komputer kerja mereka. Pentagon merespons dengan memblokir akses ke aplikasi ini di beberapa jaringan, meskipun masih ada pegawai yang dapat mengaksesnya. Pemerintah AS semakin waspada terhadap risiko keamanan nasional akibat penggunaan chatbot AI asal China ini.

2. Australia

Di Australia, Menteri Keuangan Jim Chalmers mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan DeepSeek. Pemerintah saat ini sedang memantau perkembangan teknologi tersebut dengan ketat.

Selain itu, Menteri Perindustrian dan Sains Ed Husic juga menyarankan masyarakat untuk memperhatikan ketentuan privasi serta pengelolaan data dalam aplikasi DeepSeek. Menurut laporan WA Today, perusahaan keamanan siber terbesar di Australia, CyberCX, bahkan mendesak pemerintah untuk melarang penggunaan DeepSeek, karena dikhawatirkan dapat mengirimkan data pribadi pengguna ke badan intelijen China.

Baca Juga  Aplikasi TEMU Diblokir Masih Bisa Diinstal di Play Store

3. Irlandia

Di Irlandia, Senator Fianna Fail Malcolm Byrne meminta warga dan pelaku bisnis untuk waspada dalam menggunakan DeepSeek. Ia menyoroti risiko data pengguna yang disimpan di server China, yang tidak memiliki perlindungan hukum seperti di Uni Eropa.

Komisi Perlindungan Data Irlandia (DPC) telah mengajukan permintaan informasi kepada DeepSeek terkait pemrosesan data pengguna asal Irlandia. Namun, hingga kini DeepSeek belum memberikan respons terhadap permintaan tersebut.

4. Italia

Italia menjadi negara pertama yang secara resmi memblokir DeepSeek sepenuhnya. Otoritas perlindungan data Italia, Garante, telah meminta informasi terkait pemrosesan data pribadi pengguna DeepSeek sejak 28 Januari 2025.

Baca Juga  Aksi Lancung PT Timah dalam Penambangan Ilegal, Negara Rugi Rp26 Triliun

Pemerintah Italia ingin mengetahui jenis data yang dikumpulkan, sumbernya, tujuan penggunaannya, serta dasar hukum penyimpanannya di China. Karena DeepSeek belum memberikan kejelasan, Italia memutuskan untuk memblokir aplikasi ini pada 29 Januari 2025. Akibatnya, DeepSeek kini tidak lagi tersedia di App Store dan Google Play di Italia.

Selain pemblokiran, Garante juga membuka penyelidikan terhadap aplikasi ini untuk memastikan perlindungan data pribadi warga Italia. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan data pengguna di negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *