Hukum

Ikatan Mahasiswa Lebak Desak Copot Oknum Pegawai Inspektorat Lebak

×

Ikatan Mahasiswa Lebak Desak Copot Oknum Pegawai Inspektorat Lebak

Sebarkan artikel ini
tambabgilegal
Penutupan tambang ilegal (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak didesak untuk segera mencopot Murnadi, seorang pegawai Inspektorat, yang diduga terlibat suap terkait tambang ilegal di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Desakan itu disampaikan Ikatan Mahasiswa Lebak (IMALA)

Desakan IMALA terkait dugaan keterlibatan Murnadi, mencuat setelah beredar rekaman suara yang menggambarkan ada transaksi uang dari pengusaha tambang ilegal sebagai “kompensasi” untuk kelompok tertentu.
Dalam rekaman terdengar percakapan yang mengarah pada permintaan uang, yang diduga sebagai bentuk gratifikasi.

Cuplikan percakapan dalam rekaman yang diduga suara Murnadi:

“Assalamualaikum, Bang Angga. Ambilin uang tim 5, atas nama saya dan Ka Sawiri. Saya dapat informasi dari bos galian bahwa uang kompensasi untuk tim 5 sudah diturunkan ke Mandor Wahab. Tolong sampaikan ini ke Mandor Wahab.”

Ketua Umum Pengurus Pusat IMALA, Ridwan Maknunah, menegaskan bahwa keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam praktik suap, apalagi terkait tambang ilegal, merupakan pelanggaran berat.
“Seharusnya pegawai inspektorat menjadi garda terdepan dalam mengawasi dan menindak praktik ilegal. Akan tetapi, dugaan keterlibatan oknum ini justru memperburuk citra pemerintah daerah dan memperparah masalah korupsi tambang ilegal,” ujar Ridwan seperti dilansir Radarbanten.co.id, Jumat (3/1/2025).

Jika kasus ini tidak ditindak secara tegas, IMALA menilai citra Pemkab Lebak akan semakin terpuruk. “IMALA akan terus mengawal proses hukum dan pemeriksaan atas dugaan ini. Jika tidak ada tindakan tegas dalam waktu dekat, kami segera menggelar aksi protes sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap lemahnya penegakan hukum di Kabupaten Lebak,” tegas Ridwan.

Sementara itu, Murnadi membenarkan bahwa suara dalam rekaman tersebut adalah miliknya. Namun, ia membantah tuduhan suap dan mengklaim dirinya dijebak. “Kalau rekaman betul itu saya, tapi kalau informasi terkait minta jatah itu tidak benar,” kilahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *