KITAINDONESIASATU.COM – Jakarta, Terkait Gubernur terpilih Pramono dan Doel akan membuat Dewan Lembaga Adat (DLAB) DKJ lewat PERDA dan juga PERGUB. Fauzi Bowo alias Foke yang sudah sepuh mengklaim dirinya sebagai Ketua Dewan Adat, hal tersebut terlihat dari beredarnya undangan Penganugrahan Gelar Kehormatan Adat Betawi kepada Bang Pramono selaku Gubernur terpilih di Pondok Pesanteren Al Hamid, Cilangkap Munjul, Cipayung Jakarta Timur pada tanggal 1 Febuari 2025. Kegiatan tersebut di prakarsai oleh Majelis Kaum Betawi /MKB pimpinan Dr.H Marullah Matali dan sebagai ketua panitia acara Kyai Lutfy beserta sekretaris Beky Mardani.
Tentu saja kegiatan ini menimbulkan Polemik Pro dan Kontra, karna belum adanya pemilihan calon Ketua DLAB namun ujuk-ujuk Foke sudah mengklaim dirinya sebagai Ketua Dewan Adat, bahkan akan menganugerahkan Bang Pramono gelar kehormatan adat.
Baca juga: Achmad Sajili bersafari Budaya, Sambangi Situs Budaya di DKJ
Sementara itu Budayawan yang juga seorang penulis Doktor Syaiful Amri.MM. mengatakan saat ditemui di IKJ jakarta Pusat 27/1/2025 mengatakan Bang Pramono agar berpikir ulang sebelum menghadiri acara tersebut, karna semua ini untuk kepentingan kaum betawi kedepannya, jangan sampai kaum betawi terpecah belah, disamping itu Pramono sendiri belum juga dilantik. Tentunya jika ini dipaksakan, akan membuat mereka para pendukung calon ketua DLAB akan kecewa dengan bang Pramono, yang mana dalam kampanyenya akan mendengar aspirasi keinginan warga DKJ.
Di lain pihak, praktisi hukum putra daerah asli Betawi Doddy Harrybowo SH.MH mengatakan di ruang kantornya di Jatibening 27/1/2025 meminta kepada Bang Pramono untuk tidak hadir dalam acara tersebut, yang dinilai sarat dengan nuasa tunggangan kepentingan satu kelompok, yang telah mengklaim dan membuat opini bahwa seolah olah Foke adalah Ketua DLAB yang sudah dipilih.
Doddy Harrybowo menambahkan “Bang Pramono sebagai Gubernur terpilih harus fair terhadap keinginan warganya, yang mengusung para ketua calon DLAB yg akan maju mencalonkan diri sebagai Ketua DLAB dan juga harus transparan seperti apa mekanisme Tatib pemilihannya, jangan tertutup terhadap ketiga calon, seperti Marsda TNI.Purn. Achmad Sajili, juga H.Nurih, dan calon ketiga Foke yg telah mengklaim dirinya sbagai ketua Dewan Adat.
Hal ini sangat penting agar kehadiran Dewan Lembaga Adat DKJ yg di bentuk Gubernur DKJ benar benar Kredibel dan memiliki marwah sehingga mampu mengguyubkan semua para tokoh Betawi, belajarlah dari Bamus yang terpecah pecah sampe ada tiga Bamus” ujar Bang Doddy sapaan akrabnya mengakhiri wancaranya. (Rls)



