KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah saat ini sedang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, agar anak-anak di Indonesia bisa makan-makanan yang bergizi yang penting untuk perkembangannya.
Beberapa sekolah di Indonesia sudah mendapatkan Makan Bergizi Gratis ini dan rata-rata berespon positif.
Untuk menu yang disajikan di tiap daerah itu berbeda-beda, tak disamakan serentak.
Bahkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan kalau Serangga dan Ulat bisa saja masuk kedalam menu Makan Bergzi Gratis (MBG).
Karean menurutnya ada beberapa daerah di Indonesia yang mengonsumsi Serangga dan Ulat.
Misal, Sebagian Masyarakat di Gunung Kidul terbiasa konsumsi belalang kemudian Masyarakat Papua juga sudah terbiasa mengkonsumsi ulat sagu.
Menurut Dadan juga ada beberapa serangga lain yang memang layak untuk konsumsi, seperti Jangkrik yang memang banyak memasarkan olahan jangkrik.
- Bukan Yalla atau LK21! Link Live Streaming Timnas Putri Indonesia vs Kongo, Laga Seru
- Nonton Mudborn Sub Indo Film Horor Taiwan Bukan LK21, Petaka Suami Istri
- Mengejutkan, Arne Slot Siap Pasang Wonderkid 17 Tahun Hadapi PSG
- Ngeri! Tebing Ambrol di Purbalingga, Dapur Rumah Hancur hingga Tewaskan 1 Orang
- Bangga! Atlet RI Kuasai Kejuaraan Tenis Meja Malaka 2026
Jadi menu makan serangga dan ulat ini tak diperuntukan untuk daerah yang belum terbiasa, tetapi bisa diterapkan pada wilayah yang memang terbiasa dengan menu tersebut.
Memang taka da menu pasti untuk Makan Bergizi Gratis ini, namun Dadan memastikan kalau makanannya nanti tetap berlandaskan standar komposisi gizi.
Menurut Dadan, isi protein di berbagai daerah bergantung pada potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal. Dia pun meminta semua pihak tidak mengartikan lain tentang kemungkinan ini.
Jadi kalau di daerahnya banyak telur atau ikan, itulah yang akan menjadi menunya. Lalu setiap daerah juga karbohidratnya berbeda-beda.
Tak semua makan nasi, ada juga yang singkong, jagung, pisang rebus sesuai dengan sumber daya local yang dimiliki.


