NewsBerita Utama

Waspadalah! Maraknya Hoaks Loker Petugas Haji di Media Sosial

×

Waspadalah! Maraknya Hoaks Loker Petugas Haji di Media Sosial

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2025 01 19 at 08.59.11
Kemenag mengingatkan maraknya hoaks loker petugas haji di medsos. (Foto: Humas Kemenag)

KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat untuk mewaspadai informasi palsu atau hoaks seputar lowongan (loker) atau seleksi petugas haji yang belakangan ini marak beredar di media sosial.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Ahmad Fauzin. Ia meminta masyarakat jangan terlalu percaya dan agar valid mengecekanya di web atau media sosial Kementerian Agama.

Disebutkan, ada beragam bentuk hoaks info lowongan atau seleksi petugas haji. Salah satunya pada facebook Info Terkini 2025. Akun tersebut memposting meme berlogo Kemenag, BUMN, dan Garuda dengan tulisan sebagai berikut:

Baca Juga  Kemenag: Pengawasan Madrasah Berbasis Digital Hemat Rp680 Miliar

Pemerintah buka pendaftaran rekruitmen haji 2025. Di dalam satu provinsi pemerintah akan memilih 100 orang untuk diberangkatkan ibadah haji. Biaya ditanggung oleh pemerintah. Daftar sekarang juga.

“Itu jelas hoaks. Waspada, cek infonya di web dan medsos Kemenag,” tegas Akhmad Fauzin di Jakarta, Minggu, 19 Januari 2025.

Menurutnya, proses seleksi petugas haji 1446 H/2025 M, baik daerah maupun pusat, sudah dilakukan pada November – Desember 2024. Saat ini, para peserta sedang menunggu pengumuman seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tingkat pusat.

Baca Juga  Muhammadiyah Lebaran 20 Maret, Pemerintah 21 Maret

“Jadi seluruh rangkaian proses seleksi sudah berjalan. Di tingkat pusat, tinggal pengumuman hasil seleksinya,” sebut Fauzin, panggilan akrabnya.

“Sebagaimana info sebelumnya, hasil seleksi ini rencananya akan diumumkan pada Januari 2025,” sambungnya.

Fauzin mengimbau masyarakat untuk waspada pada hoaks seputar loker atau seleksi petugas haji. Apalagi jika ditawarkan untuk mengakses salah satu tautan (link) di dalamnya. Hal itu bisa juga menjadi modus pencurian atau penyalahgunaan data.

“Seleksi petugas haji 2025 sudah selesai. Tinggal pengumuman hasilnya. Waspada dengan hoaks dan modus pencurian data,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *