News

Seruan Afrika untuk Dunia: Stop Larangan Perjalanan, Fokus pada Vaksinasi Mpox

×

Seruan Afrika untuk Dunia: Stop Larangan Perjalanan, Fokus pada Vaksinasi Mpox

Sebarkan artikel ini
FotoJet 10 4
Wabah mpox melanda Afrika

KITAINDONESIASATU.COM – Pada Selasa, 20 Agustus 2024, pejabat kesehatan di Afrika meminta agar masyarakat internasional tidak memberlakukan larangan perjalanan ke negara-negara yang mengalami wabah mpox.

Sebaliknya, mereka meminta dukungan dalam penyediaan pengujian dan vaksinasi untuk mengatasi wabah tersebut.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), terdapat sekitar 1.400 kasus baru dan 24 kematian terkait varian baru mpox selama seminggu terakhir.

Jean Kaseya, kepala Africa CDC, mengimbau masyarakat internasional untuk tidak menghukum Afrika dengan larangan perjalanan, yang akan mengulang ketidakadilan yang dialami benua itu selama pandemi Covid-19.

Baca Juga  Prabowo Subianto Hadiri Leaders’ Gathering MIKTA di KTT G20 Brasil

Ia menekankan pentingnya solidaritas dan dukungan, terutama mengingat mahalnya biaya vaksin. Kaseya juga berharap bahwa vaksin segera tersedia di Republik Demokratik Kongo (DRC), yang menjadi sumber wabah yang kini telah menyebar ke setidaknya tiga negara lain.

Ia menyatakan bahwa meskipun telah ada kerja sama yang menjanjikan, upaya menangani wabah ini belum cukup sampai jaringan pengujian komunitas terbentuk untuk memastikan tidak ada kasus yang terlewat.
Kaseya juga menyebutkan bahwa negara-negara yang lebih kaya bisa membantu memperluas pengujian dan pengadaan vaksin.

Pembicaraan sedang berlangsung dengan produsen vaksin Bavarian Nordic untuk memproduksi vaksin secara lokal, yang akan membantu menurunkan biaya. Africa CDC telah diberitahu bahwa hingga 2 juta dosis vaksin dapat disediakan tahun ini, tergantung pada prioritas produksi vaksin.

Baca Juga  Ancaman Keamanan, InJourney Airports Selamatkan Ratusan Nyawa

Menteri Kesehatan DRC, Roger Kamba, mengungkapkan bahwa ada 16.700 kasus dan 570 kematian yang tercatat tahun ini.

CDC Afrika menyoroti perlunya edukasi lebih lanjut mengenai penyebaran mpox, terutama karena penyakit ini tidak hanya menyebar melalui hubungan seksual, tetapi juga melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.- ***

Sumber: The Guardian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *