Lifestyle

Bubur Mengguh, Hidangan Khas Desa Tejakula yang Wajib Dicoba

×

Bubur Mengguh, Hidangan Khas Desa Tejakula yang Wajib Dicoba

Sebarkan artikel ini
FotoJet 10 5
Bubur mengguh

KITAINDONESIASATU.COM – Salah satu kuliner khas Bali yang wajib dicoba saat berkunjung ke Pulau Dewata adalah bubur mengguh.

Meski sekilas mirip dengan bubur ayam yang umum ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, bubur mengguh, –yang berasal dari Desa Tejakula, Buleleng, Bali Utara– memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya istimewa.

Dahulu, bubur mengguh hanya dihidangkan pada acara adat dan momen khusus masyarakat setempat.

Namun, seiring waktu, bubur ini kini dapat dinikmati kapan saja, bahkan tersedia sebagai menu sarapan yang dijual pedagang di Bali.

Hidangan ini juga dikenal dengan berbagai nama, seperti bubuh, bubur mangguh, atau bubur mungguh, namun semuanya merujuk pada sajian yang sama.

Keunikan bubur mengguh terletak pada bahan dasar dan proses pembuatannya. Berbeda dengan bubur ayam yang menggunakan bahan sederhana, bubur ini dibuat dari beras yang dimasak bersama santan dan daun salam, menghasilkan tekstur lembut dan aroma yang khas.

Beragam isian melengkapi bubur mengguh, seperti ayam suwir, telur rebus, kacang goreng, dan urap sayur. Urap sayur ini terbuat dari kacang panjang yang dilumuri kelapa parut dan bumbu khas, menciptakan kombinasi rasa pedas dan gurih yang menggugah selera.

Awalnya hanya disajikan dalam upacara adat, kini bubur mengguh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali.

Hidangan ini tidak hanya lezat dan mengenyangkan, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap penyajiannya.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *