KITAINDONESIASATU.COM – Peredaran narkotika yang kini terus masuk ke Indonesia ternyata bukan tanpa sebab. Pasalnya, hingga kini masih banyak oknum aparat terlibat membantu peredaran dan ini menjadi satu penyebab pemberantasan narkoba di Indonesia tidak kunjung beres.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Marthinus Hukom mengatakan, pihaknya masih terus menemukan keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba. Ini menjadi masalah pertama yang harus dilakukan agar pemberantasan narkotika berhasil.
“Pertama kita harus membersihkan seluruh keterlibatan aparat. Karena blundernya permasalahan narkoba hari ini adalah keterlibatan aparat,” kata Marthinus, Selasa (14/1).
Dikatakan Marthinus, untuk mendukung ini setiap institusi pemerintahan harus terlibat aktif melakukan pengawasan dan memastikan jajarannya tidak terlibat. Untuk itu perlu kepastian serta tindakan tegas sesuai hukum berlaku, untuk memberikan efek jera dan mencegah kasus terulang.
“Kita tidak boleh malu menyatakan anggota dari institusi kita terlibat, kalau kita merasa malu menyatakan artinya kita akan membiarkan lingkaran setan itu terjadi. Itu komitmen kita,” ungkap Jenderal bintang tiga ini.
Mantan kepala Densus 88 ini menambahkan, masalah keterlibatan oknum aparat ini bukan saja komitmen BNN, tapi juga pihak-pihak terkait lain. Pihaknya pun pernah membahasnya bersama Polri, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dan Kementerian Keuangan yang membawahi Bea dan Cukai.
“Ini menjadi komitmen bukan saya saja, tapi komitmen Kapolri, Kabareskrim, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Menteri Keuangan dalam hal ini Bea Cukai, seluruh stakeholders terkait,” tutup Marthinus. (*)
