KITAINDONESIASATU.COM – Kluivert ditunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia untuk menggantikan Coach Shin Tae yong. Yang banyak menjadi pertayaan adalah berapa gaji yang diterima oleh Kluivert, apakah lebih besar atau leboh kecil dari STY.
PSSI resmi mengumumkan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Mantan pemain Barcelona dan AC Milan ini diharapkan membawa perubahan besar bagi timnas.
Patrick Kluivert, mantan pemain tim nasional Belanda, memiliki pengalaman sebagai pelatih. Ia pernah melatih tim nasional Belanda U-21 dan menjadi asisten pelatih di FC Twente.
Saat melatih dan menjadi pemain ia memang memiliki trek rekor yang bisa dibilang cukup baik.
Namun memang trek rekor kepelatihannya tak sementereng saat ia menjadi pemain. Berbeda dengan Shin Tae-yong yang sudah terbukti memiliki kualitas yang cukup baik saat Melatih timnas Korea Selatan.
Tak hanya perbandingan soal kepelatihan tapi ada juga perbadningan soal gaji.
PSSI belum pernah memberi pernyataan resmi tentang gaji yang diterima Kluivert. PSSI hanya mengkonfirmasi bahwa pelatih 48 tahun itu mendapatkan kontrak berdurasi dua tahun dan opsi perpanjangan dua tahun.
- Acara Film Televisi dan Live Olahraga hari ini: Never Let Go hingga Championship, Super League dan Liga Italia
- Prediksi Man City vs Brighton, Haaland Siap Tampil Lagi
- Pelatih Andre Caldas Akan Membangun Serangan Singo Edan Seperti Berperang Melawan Bali United
- DPR Dukung Polri Tindak Tegas 20 Korporasi Tersangka Karhutla
- Java United Tundukkan Bhayangkara, Persebaya Ditahan Imbang di Super League 2026/2027
Namun, menurut laporan Antara, gaji yang akan diterima Kluivert berada pada kisaran Rp1,3 hingga Rp1,5 miliar per bulan. Artinya, dalam dua tahun kontrak sebagai pelatih, Kluivert akan dapat Rp36 miliar.
Masih berdasarkan pada laporan yang sama, Shin Tae-yong menerima gaji Rp1,9 miliar per bulan pada kontrak barunya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pria asal Korea Selatan itu menerima gaji dengan nilai Rp23,6 miliar per tahun.
Shin Tae-yong mendapat kontrak dengan nilai cukup tinggi karena prestasi yang didapat pada periode 2020 hingga 2024. Walau gagal menghadirkan trofi, dia dinilai telah membawa Skuad Garuda melaju pada level yang lebih tinggi.
Jadi apakah Kluivert masih bisa menyamai atau bahkan melebihi era Shi Tae-yong ?






