KITAINDONESIASATU.COM – PSSI secara resmi mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong sebagai pelatih tim nasional Indonesia pada Senin, 6 Januari 2025. Warganet bilang ada satu orang yang paling senang dari pemecatan STY ini.
Orang tersebut adalah pemerhati bola yang memang serng kali melancarkan kritikan kepada STY. Baik secara permainan dan juga komposisi pemain yang kini dihuni banyak pemain Naturalisasi.
Ya, Orang tersebut adalah Bung Towel, atau Tommy Welly.
Usai mendengar kabar pemecatan resmi dari PSSI, Bung Towel menggungah ulang postingan rekannya tentang siaran langsung pemecatan STY yang dilakukan secara live di Youtube PSSI.
Bung Towel hanya memberikan emot tersenyum lebar dan tanda menyatukan tangan seperti meminta maaf atau terimakasih. “
Keputusan pemecatan ini diambil setelah evaluasi kinerja tim nasional, terutama setelah hasil buruk di Piala AFF 2024.
Menurut Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, keputusan ini diambil demi kebaikan tim nasional.
“Apa yang kita lakukan hari ini tidak lain untuk kebaikan tim nasional,” kata Erick Thohir.
- Tesla Batalkan Pesanan Cybertruck Setelah 7 Tahun, DP Konsumen Dikembalikan
- Kemenhub Usulkan WFA Nataru 2026-2027, Catat 3 Tanggal dan Prediksi Puncak Arus Mudik
- Modus Curanmor di Gresik Pola Lama: Menyasar Motor yang Tidak Diawasi dengan Membobol Rumah
- Bocoran Toyota Innova Zenix Terbaru, Ada Peluang Pakai Mesin Hybrid Flex-Fuel
- Lowongan Kerja BPAD DKI Jakarta 2027 Dibuka, 7 Formasi IT hingga Akuntansi, Cek Syarat dan Cara Daftar
Surat pemecatan juga sudah diterima oleh STY yang diberikan oleh Manajer Timnas Indonesia, Sumardji.
“Pak Mardji sudah ketemu Coach STY tadi pagi dan coach STY sudah menerima surat menyuratnya,” kata Erick Thohir.
Di kesempatan ini juga, Erick menyampaikan terima kasih untuk jasa dan prestasi yang diberikan oleh pelatih asal Korea Selatan itu.
“nanti ada proses yang berikutnya mengenai hubungan kita yang sudah berakhir, saya ucapkan terima kasih sekali lagi,” ujarnya
Shin Tae-yong telah menjadi pelatih tim nasional Indonesia sejak 2020 dan telah memimpin tim dalam 57 laga kompetitif, dengan 26 kemenangan, 14 seri, dan 17 kekalahan.
Meskipun demikian, dia belum mampu memberikan gelar juara apapun kepada tim nasional Indonesia.






