KITAINDONESIASATU.COM – Ketua Dewan Pers pertama Atmakusumah Astraatmadja menghembuskan nafas terakhirnya setelah berjuang dari sakit yang diderita. Perjuangan dari sakit gagal ginjal harus membuatnya bolak-balik keluar masuk ruang ICU hingga akhirnya kondisinya memburuk.
Anak kedua almarhumah, Rama Ardan mengatakan, ayahnya sudah keluar masuk rumah sakit mulai dari pertengahan November. Awalnya memang sakit yang dideritanya belum diketahui, dan hanya ada cairan diperut. “Lalu kemudian dicari semuanya ketemu gagal ginjal, dimana ginjal sudah tidak berfungsi tinggal 10 persen,” katanya Kamis (2/1).
Dikatakan Rama, setelah diketahui apa yang menjadi sakitnya sang ayah, akhirnya diputuskan untuk dirawat di RS selama 9 hari dan ada perubahan dan bisa kembali ke rumah. “Namun baru berapa hari di rumah kondisinya menurun lagi dan dibawa lagi ke RSCM dan masuk ICU sejak tanggal 8 Desember lalu,” ujarnya.
Sejak kembali mendapatkan perawatan, kata Rama, almarhum Atmakusumah sempat beberapa kali cuci darah, dan pada saat cuci darah ketiga kembali drop. Dokter pun akhirnya mengambil tindakan dengan mencuci darah dengan sistem yang sangat lambat.
“Biasanya kan cuci darah itu dilakukan dalam 4 jam, ini pencucian darah dilakukan dengan mengunakan sistem CRT dan memakan waktu hingga tiga hari, karena harus pelan-pelan,” ungkap Rama.
Menurut Rama, setelah melakukan cuci darah hingga keempat kali, kondisi ayahnya masih belum menujukan perubahan. Keluarga pun akhirnya memutuskan untuk menjalani perawatan di ruang biasa saja. “Itu juga tujuannya agar ibu bisa melihat kondisi ayah. Karena kalau dirawat di ruang ICU tidak ada yang bisa masuk,” imbuhnya.
Hingga akhirnya pada Kamis (2/1) pagi, sambung Rama, kondisi ayahnya semakin menurun. Meski suplai oksigen sudah dinaikan namun hal itu tidak dapat membantu. “Ayah akhirnya meninggal dunia Kamis pagi. Ayah terlihat seperti tidur biasa saja tak ada sesak atau sakit lagi. Semoga Husnul Khatimah,” ungkapnya. (*)


