KITAINDONESIASATU.COM – DPRD DKI Jakarta meminta PT Food Station Tjipinang Jaya selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2025/1445 Hijriah.
Nova Harvian Paloh, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta mengatakan, harga stok pangan memang harus dijaga.
Hal ini sebagai langkah kesiapan untuk menghadapi apabila terjadi inflasi perekonomian. Sehingga tersedianya kebutuhan pokok pangan untuk masyarakat DKI Jakarta dapat terpenuhi secara terkendali.
“Saya berharap nantinya momentum seperti bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri jangan sampai ada kenaikan harga yang sangat signifikan. Bagaimana PT Food Station bisa menstabilkan harga untuk kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Nova di Jakarta, dikutip Kamis (2/1).
Legislator DKI ini mengatakan, PT. Food Station Tjipinang Jaya juga harus memenuhi kebutuhan konsumsi pangan bersubsidi untuk masyarakat yang mencapai 300 ton per bulannya. Sehingga pasokan pangan untuk masyarakat DKI Jakarta jelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriyah dipastikan aman.
“Ini bukan hanya kestabilan harga tetapi pemenuhan pangan bersubsidi yang kita ketahui bersama ada 300 ton perbulan untuk pangan bersubsidi kita,” ungkapnya.
“Jadi benar-benar masyarakat yang sudah dikategorikan yang membutuhkan terhadap kegiatan tersebut,” sambung Nova.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Food Station Tjipinang Jaya Karyawan Gunarso memastikan bahwa ketersediaan stok pangan mencapai 68-70 ribu ton.
Dengan begitu, stok tersebut dipastikan, Gunarso, mampu menjaga dan mendukung kebutuhan pangan khususnya di Jakarta pada saat bulan Ramadan dan Idul Fitri 1446 Hijriah.
“FS (Food Station) sudah memilik jumlah beras yang cukup banyak hari ini kurang lebih 20 ribu ton. Kemudian dari Pasar Induk Cipinang 45-48 ribu ton. Sehingga totalnya ada 70 ribu ton. Nah, ini nantinya untuk didistribusikan ke pasar-pasar akan kebutuhan beras di Jakarta,” pungkasnya. (ald/aps)***


