News

Pipa Perumda Tirta Pakuan Bogor Kembung

×

Pipa Perumda Tirta Pakuan Bogor Kembung

Sebarkan artikel ini
pipa perumda
Perumda Tirta Pakuan melakukan wash out dari sistem pipa di beberapa titik. (KIS/NICKO)

KITAINDONESIASATU.COM– Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor berhasil menangani gangguan layanan air bersih yang terjadi di Kecamatan Bogor Barat dan sekitarnya, tepatnya di zona 4B. Gangguan tersebut disebabkan oleh udara yang terjebak di dalam pipa pengaliran air.

Untuk mengatasi masalah ini, Direktorat Teknik Perumda Tirta Pakuan melakukan tindakan wash out atau pembuangan udara melalui hydrant dan saluran Wash Out (WO) di beberapa titik.

Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf, mengungkapkan bahwa penanganan ini dilakukan dengan sangat teliti.

Baca Juga  Dari Balai Desa ke Tangan Guru Ngaji, Cara Baru Jember Menyalurkan Insentif Keagamaan

“Kami menelusuri pipa dari yang terbesar hingga yang terkecil. Ternyata, masalahnya adalah adanya udara yang terjebak di dalam pipa. Ini yang menyebabkan beberapa aliran air tidak mengalir,” jelas Ardani kepada wartawan, Minggu, 18 Agustus 2024.

Salah satu contoh yang disampaikan Ardani terjadi di kawasan Merdeka, tepatnya di gedung PKK. “Tim kami mendatangi lokasi dan mencoba membuka kran air di dalam gedung, namun air tidak mengalir, padahal aliran di wilayah tersebut seharusnya mengalir 24 jam,” tuturnya.

“Setelah kami periksa, ternyata ada udara terjebak di hydrant. Setelah udara tersebut dikeluarkan, aliran air di sekitar kantor PKK kembali normal,” tambahnya.

Baca Juga  Harga Emas Antam 20 Februari 2026 Melonjak ke Level Rp2,94 Juta per Gram!

Ardani juga menjelaskan bahwa udara yang terjebak ini terjadi akibat seringnya kebocoran di wilayah Jalan Kapten Muslihat, yang menggunakan pipa tua dari tahun 1970.

“Beberapa minggu lalu, hampir setiap hari kami harus melakukan buka tutup aliran air karena kebocoran di setiap 4 meter. Tindakan buka tutup ini yang menyebabkan udara terjebak di wilayah Jalan MA Salmun, Merdeka, dan termasuk Jalan Dr. Sumeru,” jelas Ardani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *