KITAINDONESIASATU.COM – Banjir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyebabkan 2.251 jiwa mengungsi. Hingga Senin (23/12/2024) malam, jumlah pengungsi akibat banjir di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mencapai 2.251 jiwa.
Para pengungsi itu tersebar di 34 titik pengungsian di 4 kecamatan, yakni Manggala, Biringkanaya, Tamalanrea, dan Panakkukang.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, pun mengunjungi Lokasi banjir dan pengungsian di Kelurahan Paccerakkang dan Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Selasa (24/12/2024) siang.
Di wilayah ini, kondisi banjir mulai surut namun masih ada warga yang menempati lokasi pengungsian.
Menurutnya, penanganan banjir oleh Pemerintah Kota Makassar berjalan dengan baik dan lancar.
“Saya melihat debet air sudah mulai surut karena dari semalam sampai siang ini, Alhamdulillah hujan sudah reda. Mudah-mudahan warga yang mengungsi bisa kembali lagi ke rumah masing-masing, dan semoga mereka sehat wal afiat.
Penanganan pengungsi banjir oleh pemerintah kota berjalan dengan baik dan lancar yang dibantu oleh TNI, Polri, BASARNAS, dan Ormas, serta lembaga-lembaga kemanusian yang turun di lokasi banjir,” kata Andi Hadi usai meninjau kondisi banjir dan menyerahkan bantuan.
Ia pun berharap Pemkot Makassar melalui dinas terkait, untuk serius menangani banjir, sebab wilayah-wilayah tersebut sudah lama menjadi langganan banjir. Meski demikian, ia melihat ada celah dalam upaya pencegahan banjir yang dilakukan baik itu oleh Pemkot Makassar maupun Pemprov Sulsel.
Andi Hadi melihat upaya pencegahan banjir belum maksimal. “Saya melihat upaya pencegahan banjir belum semaksimal mungkin dilakukan baik oleh Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi. Karena di lokasi banjir ini ada gawaian progres yang masuk pekerjaan Pemkot Makassar, ada juga progres yang masuk gawaian Pemprov,” ujarnya.
Ia mencontohkan Jalan Poros Pacerakkang yang sudah dibeton dan belum ada drainasenya, agar Pemprov Sulsel segera mengerjakannya, sehingga air mengalir melalui drainase menuju ke sungai tempat pembuangan yang ada di belakang Pasar Sentral BTP Blok AF.
Ketua DPW Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) Sulsel ini pun berharap Pemkot dan Pemprov dapat bersinergi mencegah banjir yang terus berulang.
“Semoga ke depan antara Pemkot dan Pemrov bisa bersinergi memikirkan lokasi-lokasi banjir yang berulang dirasakan oleh warga Kota Makassar, untuk tidak kembali merasakan banjir yang berulang kali terjadi,” harapnya.
Anggota Komisi A DPRD Makassar yang membidangi uurusan Pemerintahan ini meminta agar Pemkot dan Pemprov terus memperhatikan sungai-sungai yang menjadi aliran air pembuangan, khususnya antara Kota Makassar dan Kabupaten Maros.
“Perlu juga pihak Kota dan Provinsi untuk memperhatikan secara berkesinambungan sungai-sungai yang menjadi aliran air pembuangan yang membatasi antara Maros dan Makassar,” pintanya.
Di lokasi pengungsian, Andi Hadi juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir di dua Kelurahan itu. (Fit/Yo)


