KITAINDONESIASATU.COM – Komisi B DPRD DKI Jakarta meminta kepada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) terus menghidupkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Di mana pemprov harus bekerja sama dengan sejumlah pusat perbelanjaan guna menyediakan tempat jualan
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina, melalui upaya tersebut pastinya akan menjadi salah satu upaya membantu para pelaku UMKM dalam memasarkan produksinya agar bisa dikenal secara luas. “Kami meminta mereka untuk koordinasi dengan mal yang ada di Jakarta untuk menyediakan ruang atau tempat khusus bagi UMKM,” katanya, yang dikutip Jumat (16/8).
Dikatakan Wa Ode, selain dengan mal, perlu berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti Perumda Pasar Jaya untuk menyediakan tempat bagi UMKM binaan Jakarta Entrepreneur (JakPreneur). “Nantinya untuk UMKM yang sudah naik kelas, bisa ditempatkan di Pasar Jaya,” ujarnya
Wa Ode menambahkan, pihaknya meminta Dinas PPKUKM meningkatkan kuota pelatihan untuk UMKM terutama yang berorientasi kepada produk ekspor. Selain itu, jenis pelatihan yang diberikan juga diminta bervariasi agar keahlian mereka tak hanya itu-itu saja.
“Pelatihan apa yang paling dibutuhkan di Jakarta? Pemerintah harus tahu itu sehingga mereka ini mudah mencari peluang usaha,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, hingga 7 Agustus 2024 sebanyak 385.079 pelaku UMKM telah mengikuti program Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur) untuk mengembangkan usaha. “Mereka mendapatkan sejumlah fasilitas yang diberikan oleh pemerintah bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan serta BUMD dan lainnya,” ujarnya.
Ratu menyebut, fasilitas yang didapatkan oleh pelaku UMKM tergabung pada Jakpreneur di antaranya, perizinan yang mudah, permodalan, pemasaran dan mendapatkan pendampingan dari pemerintah. “Kami banyak bekerjasama dengan kolaborator yang mendukung para pelaku mengembangkan usahanya,” tukasnya.




