KITAINDONESIASATU.COM – Natto, makanan tradisional Jepang yang terbuat dari kedelai fermentasi, telah menjadi sorotan di dunia kuliner internasional. Walaupun memiliki bau yang kuat dan tekstur yang unik, natto memiliki banyak penggemar yang menikmati manfaat kesehatan dan rasa khasnya.
Apa Itu Natto?
Natto adalah makanan Jepang yang terbuat dari kedelai yang telah difermentasi dengan menggunakan bakteri Bacillus subtilis. Proses fermentasi ini menciptakan tekstur lengket dan bau yang khas.
Natto telah dikonsumsi di Jepang selama ratusan tahun dan menjadi bagian penting dari budaya kuliner Jepang. Biasanya, natto disajikan dengan nasi hangat dan sering digunakan dalam berbagai hidangan seperti sushi atau salad.
Pada dasarnya, natto adalah makanan fermentasi yang kaya akan manfaat kesehatan. Bagi sebagian orang, rasanya mungkin agak sulit diterima karena bau yang tajam dan tekstur lengket. Namun, dengan semakin banyaknya penelitian tentang manfaatnya, natto mulai mendapatkan perhatian di luar Jepang.
Bahan Utama dan Proses Pembuatannya
Bahan utama dari natto adalah kedelai. Kedelai tersebut pertama-tama direbus hingga lembut, lalu dicampur dengan bakteri Bacillus subtilis yang menjadi agen fermentasi. Setelah kedelai dicampur dengan bakteri, campuran tersebut dibiarkan selama beberapa jam dalam suhu hangat untuk proses fermentasi.
Selama proses ini, bakteri berkembang biak dan menghasilkan enzim yang mengubah struktur kedelai, menciptakan tekstur lengket yang menjadi ciri khas natto.
Setelah proses fermentasi selesai, natto siap untuk dikonsumsi. Di Jepang, natto dapat ditemukan dalam kemasan kecil dan biasanya disajikan dengan nasi. Beberapa varian natto juga sudah dibumbui dengan bahan lain seperti saus kedelai atau mustard untuk memberikan rasa lebih.
Kenapa Natto Memiliki Bau Khas?
Salah satu ciri khas dari natto yang paling mudah dikenali adalah baunya yang cukup kuat dan unik. Bau ini berasal dari proses fermentasi yang melibatkan bakteri Bacillus subtilis. Selama fermentasi, bakteri menghasilkan senyawa yang memiliki aroma tajam, yang mungkin tidak terlalu disukai oleh beberapa orang, terutama mereka yang pertama kali mencobanya.
Namun, bagi mereka yang terbiasa, bau natto justru menjadi bagian dari pengalaman menikmati makanan ini. Sebagai perbandingan, bau natto mirip dengan beberapa jenis makanan fermentasi lainnya, seperti keju atau tempe, yang juga memiliki aroma khas.
Manfaat Kesehatan Natto
Natto bukan hanya enak, tetapi juga sangat bergizi dan bermanfaat bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi natto:
- Kaya Protein: Natto mengandung protein yang tinggi, menjadikannya sumber protein nabati yang sangat baik untuk vegetaris dan vegan.
- Mendukung Kesehatan Tulang: Natto kaya akan vitamin K2, yang sangat penting untuk kesehatan tulang. Vitamin ini membantu penyerapan kalsium, yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis.
- Probiotik untuk Pencernaan: Proses fermentasi yang digunakan dalam pembuatan natto menghasilkan probiotik alami yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan pencernaan. Probiotik ini membantu memperbaiki keseimbangan bakteri baik di usus, yang penting untuk sistem pencernaan yang sehat.
- Menurunkan Risiko Penyakit Jantung: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa natto dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dengan meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL).
- Mengurangi Peradangan: Natto mengandung senyawa yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang penting dalam pencegahan berbagai penyakit kronis.
Cara Menikmati Natto
Bagi pemula yang baru pertama kali mencoba natto, mungkin ada tantangan untuk menikmati rasanya yang khas. Namun, dengan beberapa tips, Anda bisa menikmati natto dengan cara yang menyenangkan:
- Natto dengan Nasi: Cara paling umum menikmati natto di Jepang adalah dengan mencampurkannya ke dalam nasi hangat. Tambahkan sedikit kecap asin atau mustard untuk memberi rasa ekstra.
- Sebagai Topping: Natto juga bisa dijadikan topping untuk salad, ramen, atau sebagai bahan isian sushi.
- Kombinasi dengan Bahan Lain: Anda bisa mencampurkan natto dengan bahan lain seperti telur mentah, sayuran segar, atau bahkan ikan mentah untuk menciptakan hidangan yang lebih kaya rasa.
Natto vs. Makanan Fermentasi Lainnya
Banyak makanan fermentasi lainnya yang mungkin sudah tidak asing bagi Anda, seperti tempe dan miso. Apa yang membedakan natto dari makanan fermentasi lainnya?
Tempe: Terbuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan jamur, tempe memiliki tekstur yang lebih padat dan rasa yang lebih ringan dibandingkan natto. Tempe juga lebih mudah diterima oleh sebagian besar orang karena tidak memiliki bau yang terlalu kuat.
Miso: Miso adalah pasta yang terbuat dari kedelai yang difermentasi dengan campuran garam dan beras. Miso umumnya digunakan dalam sup dan memiliki rasa yang lebih halus dibandingkan natto.
Meskipun ketiga makanan ini terbuat dari kedelai dan mengalami proses fermentasi, mereka memiliki perbedaan dalam rasa, tekstur, dan proses pembuatan.
Natto adalah makanan tradisional Jepang yang kaya manfaat dan gizi. Meskipun bau dan teksturnya bisa sedikit mengintimidasi bagi pemula, natto menawarkan banyak manfaat kesehatan, mulai dari mendukung pencernaan hingga menjaga kesehatan tulang. Jika Anda tertarik untuk mencoba makanan ini, cobalah dengan nasi hangat atau kombinasikan dengan bahan lain yang Anda sukai. Jangan ragu untuk menjadikan natto sebagai bagian dari pola makan sehat Anda!


