News

Keseringan Nonton Film Dewasa Tukang Potong Ayam Jadi Begal Payudara

×

Keseringan Nonton Film Dewasa Tukang Potong Ayam Jadi Begal Payudara

Sebarkan artikel ini
Rilis Begal Payudara

KITAINDONESIASATU.COM – Unit Reskrim Polsek Palmerah meringkus seorang remaja pelaku begal payudara yang sudah delapan kali beraksi. Aksi nekat yang dilakukan pelaku karena keseringan menonton film dewasa sehingga melakukan tindakan asusila.

Kapolsek Sugiran mengatakan, pihaknya berhasil meringkus remaja berinisial HRS, 16, yang merupakan tersangka begal payudara. Aksi pelaku terungkap setelah korban berinisial CF, 14, melaporkan perbuatan HRS ke polisi pada Selasa (10/12).

“Berdasarkan dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku sering menonton film dewasa, sehingga melakukan aksi nekatnya ke remaja-remaja putri,” kata Kompol Sugiran, Selasa (17/12).

Dikatakan Kapolsek, akibat kebiasaan buruk itu HRS termotivasi melakukan tindakan asusila itu sebanyak delapan kali yakni tiga kali di Depok dan lima kali di Palmerah, Jakarta Barat. Dalam aksinya pelaku mengincar korban secara acak dengan kecenderungan memilih wanita bertubuh gemuk sebagai target.

“Motifnya bukan wajah atau penampilan menarik, tetapi pelaku asal melihat perempuan bertubuh gemuk, langsung melakukan aksinya,” ujar Sugiran.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Palmerah AKP Rachmad Wibowo menambahkan, pihaknya bergerak setelah CF melaporkan kejadian yang dialaminya. “Atas dasar laporan itu, kami melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) berikut dengan penyisiran CCTV. Hasilnya, kami dapat menemukan identitas pelaku,” imbuhnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil meringkus HRS di daerah Sawangan, pada Kamis (12/12) atau dua hari sejak dilaporkan. Polisi juga menyita dua unit sepeda motor dan jaket yang digunakan pelaku saat melancarkan aksinya. “Dua motor tersebut, lanjut Rachmad, digunakan pelaku secara bergantian saat melancarkan aksinya,” ungkap Rachmad.

AKP Rachmat menambahkan, pelaku saat ini berprofesi sebagai tukang potong ayam dan sudah tidak lagi berstatus sebagai pelajar karena sudah putus sekolah. “Jadi untuk pelaku, nantinya akan kami cek psikologinya di RS Kramat Jati, apakah ada kelainan atau apa, nanti tunggu hasil pengecekan,” kata Rachmad. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *