Berita Utama

Pulang Sekolah Usai Ikuti Upacara, Siswa SMPN 5 Banjar Tewas Tersambar Kereta Serayu

×

Pulang Sekolah Usai Ikuti Upacara, Siswa SMPN 5 Banjar Tewas Tersambar Kereta Serayu

Sebarkan artikel ini
Rangkaian perjalanan kereta melibtasi rel membawa penujmpang. (dok. PT KAI)
Rangkaian perjalanan kereta melibtasi rel membawa penujmpang. (dok. PT KAI)

KITAINDONESIASATU.COM – Mengenaskan. Pelajar SMPN 5 Banjar, Jawa Barat tewas tersambar Kereta Serayu jurusan Purwokerto-Pasar Senen dekat rumahnya di perlintasan rel Lingkungan Pintusinga, Kelurahan Banjar, jalur Stasiun Banjar, Senin (16/12/2024) pagi.

Tewasnya Irfan Syahrul Gunawan di lokasi kejadian membuat keluarganya syok. Mereka tidak menduga siswa yang dikenal rajin dan cerdas ini meninggal karena tertabrak kereta. Apalagi, sebelumnya ia pamit ke sekolah untuk mengikuti upacara Senin pagi.

Informasi yang dihimpun, peristiwa naas yang meni pa Irfan terjadi sekitar pukul 08.50 WIB, tepatnya di dekat Kantor Subdenpom Kota Banjar, di petak jalur Stasiun Banjar KM 309+1/2.

Baca Juga  Arus Balik Lebaran Meningkat, 18 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Senen Hari Ini

Saksi mata Ade Mamat, sekira pukul 08.50 WIB, Irfan terlihat berjalan kaki pulang dari sekolah menuju rumahnya. 

Saat tiba di dekat rel kereta di depan Kantor Subdenpom, ia melihat ada Kereta Serayu menuju arah Jakarta. Melihat hal itu, Ade Mamat memperingatkan korban untuk berhati-hati karena suara klakson kereta api terdengar jelas dari kejauhan.

“Saya sudah memperingatkan agar berhati-hati, tetapi korban tetap melanjutkan langkahnya menyeberang rel,” kata Ade. 

Sekira pukul 09.00 WIB, KA Serayu  yang melaju dari arah Stasiun Banjar ke barat akhirnya menyambar Irfan. Akibatnya, korban terpental sejauh 20 meter ke arah barat dan meninggal di tempat dengan luka parah di kepala. 

Baca Juga  Bansos Triwulan Pertama Sudah Cair, BPNT Februari 2026 Masih Proses?

Peristiwa membuat heboh warga yang langsung memberitahu orangtua Irfan. Melihat buah hatinya tewas tertabrak kereta, mereka langsung histeris.

Sementara itu, Sri Wiyanti, Guru BK SMPN 5 Banjar, menyatakan korban merupakan siswa di sekolahnya. Irfan ke sekolah sempat mengikuti upacara. Kemudian bagi siswa yang tidak mengikuti ujian susulan diperbolehkan pulang setelah upacara.

“Arah pulang, sudah bubar di sekolah karena tadi upacara. Sehari-hari Irfan anak baik. Ia tadi pulang bareng sama temannya. Kami tidak menyangka ternyata ia melintas rel dan tertabrak kereta. Kami turut duka cita kepada keluarga almarhum,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *