Bisnis

KenDuren Wonosalam 2025 Minta Ditinjau Ulang, Harusnya Setelah Bupati Baru

×

KenDuren Wonosalam 2025 Minta Ditinjau Ulang, Harusnya Setelah Bupati Baru

Sebarkan artikel ini
keduren wonosalam
Suasana KenDurian di Wonosalam pada tahun sebelumnya. foto: tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Pelaksanaan Keduren Durian (KenDuren) 2025 atau pesta durian Wonosalam, Kabupaten Jombang yang dimajukan pada 2 Februari 2025 mendapat kritikan.

Tidak seperti biasanya jika tahun-tahun sebelumnya pesta durian di Wonosalam selalu digelar pada saat panen raya awal bulan atau 2 Maret, namun kali ini dimajukan menjadi 2 Maret 2024.

Pertimbangan kali ini dikarenakan pada 2 Maret 2025 bertepatan dengan puasa atau memasuki 1 Ramadhan 1445 H.

Namun keputusan ini menurut Dewan Pembina ASPARJO (Asosiasi Pariwisata Jombang), Yusron Aminulloh dinilai kurang tepat lantaran pelaksanaan KenDurian belum waktunya panen raya buah durian.

BERITA KOPI WONOSALAM: Mengenal Kopi Exelsa dari Kaki Gunung Anjasmoro Wonosalam

Dikatakan Yusron keputusan ini dinilai merupakan kebijakan kurang tepat karena beberapa alasan antara lain pada 2 Februari 2025 belum puncak panen raya durian di Wonosalam.

“Sementara Ramadhan masih 2 Maret, jadi ada waktu tgl 16 atau 23 Februari untuk menggelar acara. Sedangkan bupati baru dilantik 10 Februari 2024. Harusnya Bupati Jombang yang lebih legitimate hadir, dalam acara ini,” tegas Yusron.

Yusron yang juga miliki kebun durian di Wonosalam ini menambakan, apa gunanya digelar even KenDuren?

Jika petani tidak bisa menikmati berkah kehadiran tamu yang jumlahnya ribuan orang berbondong-bondong ke Wonosalam untuk mencari durian.

“Yang saya pahami, tiap tahun kontes durian 3 kali digelar sebelum Puncak KenDuren. Saya dengar berdasar data Asosiasi Komoditas Pertanian (ASKOM) Wonosalam, Puncak panen raya durian dimulai pertengahan Februari,” tambahnya.

ASKOM selama ini adalah bagian pengadaan 100% duren lokal karena saat panen raya.

“Mereka punya SDM dan jejaring yg mampu mengelola,” tambah Yusron yang dikenal sebagai wartawan senior ini.

Maka sebaiknya rencana Penentuan Puncak KenDuren 2 Feb 2025 tersebut, selayaknya ditinjau ulang.

Selain itu, 9 Kades se Kecamatan Wonosalam yang lebih berhak menentukan kebijakan kapan pelaksanaan pesta durian itu digelar, rasanya mereka yang memahami situasi durian di Wonosalam.

Termasuk pengelolaan even pra kenDuren yang sebelumnya juga sudah banyak digelar. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *