Pihak berwenang telah mengevakuasi penduduk dari berbagai kota, desa, dan rumah sakit di sekitar Athena akibat kebakaran hutan yang besar dan menyebar dengan cepat. Didorong oleh angin kencang, api melanda permukiman di ibu kota Yunani, menyebabkan kerusakan besar.
Senin sore hari, meskipun ada upaya keras dari petugas pemadam kebakaran dan sukarelawan, api mencapai pinggiran utara kota, mengancam observatorium nasional di Penteli. Warga berusaha memadamkan api dengan ember, selang, dan ranting pohon, sementara layanan meteorologi memperingatkan ancaman serius terhadap fasilitas penting.
Selasa pagi, 13 Agustus 2024, kematian pertama dilaporkan setelah jenazah seorang wanita ditemukan di pabrik di Vrillisia, diduga seorang pekerja migran. Kondisi pemadaman kebakaran semakin sulit akibat kekeringan berkepanjangan.
Yunani, yang mengalami tahun panas dan kering, meminta bantuan dari negara-negara Uni Eropa termasuk Prancis, Italia, Republik Ceko, dan Rumania. Menteri Krisis Iklim, Vassilis Kikilias, mengatakan bahwa kebakaran ini telah berlangsung lebih dari 20 jam dalam kondisi yang sulit.
Lebih dari 670 petugas pemadam kebakaran, didukung oleh pesawat dan helikopter, berupaya mengendalikan api yang berkobar di dua wilayah utama. Setidaknya 25 daerah di Attica, termasuk Marathon, dievakuasi.
Kebakaran ini dimulai di Varnava, memicu awan asap besar di atas Athena. Angin kencang menghambat upaya pemadaman, dan setengah dari negara ini dalam “peringatan merah” untuk risiko kebakaran ekstrem.
Pejabat kesehatan mendesak warga untuk tetap di dalam rumah karena asap tebal menurunkan kualitas udara.
Suhu ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya, bersama dengan perubahan iklim, membuat kebakaran hutan semakin parah.
Para ahli meteorologi memperkirakan tahun 2024 akan menjadi musim panas terpanas di Yunani, menambah risiko bagi penduduk dan lingkungan.- ***


