KITAINDONESIASATU.COM – Pasar buah Pasrepan Pasuruan bisa menjadi alternatif tujuan belanja buah Anda jika sedang berada di wilayah Pasuruan dan sekitarnya.
Pasar ini merupakan pasar buah tradisional yang sangat dikenal di Pasuruan, khususnya saat musim durian, pasar ini merupakan surga bagi penggemar dunia lokal.
Pasar buah Pasrepan terletak di Kampung Pesantren, Dusun Pasrepan 1, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan, Jawa Timur, lokasinya sekitar 500 meter dari pasar tradisional Pasrepan.
Selain pasar buah juga ada pasar tradisional merupakan pasar umum juga bayak menjual bua musiman di pasar itu.
Pada bulan Oktober, November dan Desember misalnya pasar Pasrepan biasanya identik dengan melimpahnya buah mangga.
Pasar Pasrepan juga dikenal sebagai salah satu tempat penjualan buah mangga murah di Jawa Timur berada di pasar buah Pasrepan Kabupaten Pasuruan.
BERITA WISATA KULINER LAIN DI BANGGIL: Nasi Punel Bangil Patut Dicoba Buat Kulineran Akhir Pekan ini
Pasar buah Pasrepan adalah salah satu pasar buah tradisional kebanggaan warga Pasuruan dan terkenal sebagai surganya berbagai buah ketika musimnya tiba.
Pada bulan Oktober hingga Desember di pasar Pasrepan sedang menjadi surganya buah mangga, karena sedang musim buah manis satu ini.
Meskipun lokasi pasar berada di jalur menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan agak terpencil, tapi banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah untuk memborong buah mangga berkualitas dengan harga murah.
Pasar buah Pasrepan tidak pernah sepi pengunjung yang sengaja ingin berburu berbagai buah yang dipasarkan di sini.
Sebagai informasi, di pasar Pasrepan buah-buahan tidak lagi dijual perbiji, melainkan per baskom, keranjang atau per pikul, dan tidak sedikit para pembelinya akan menjual kembali buah tersebut di daerahnya masing-masing.
Pasar Buah Pasrepan buka setiap hari dan biasanya pada hari pasaran Selasa dan Sabtu, kondisinya sangat ramai, terutama pada pagi hari.
Sedangkan, pada hari Senin dan Jumat, pasar ramai hanya pada sore hari, pada hari Minggu seperti sekarang pasar ramai pembeli mulai pagi sampai sore.
Terutama para wisatawan yang baru turun dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru banyak berhenti di pasar ini untuk membeli buah.
“Hari ini sambil bersunmori ke arah timur menikmati indahnya pagi dengan memasuki kota desa kampung dusun di kawasan Pasuruan selatan, akhirnya terhenti di Pasar Pasrepan,” ujar Sanjoto seorang traveling asal Sidoarjo, Minggu (24/11/2024).
Di kawasa pasar ini, tempat parkirnya luas sehingga tidak menyulitkan bagi pemilik kendaraan roda dua ataupun empat memarkir kendaraannya.
Mayoritas buah yang dipasarkan di pasar Pasrepan hari-hari ini adalah buah mangga, karena memang sekarang saatnya panen raya para petani mangga di daerah itu.
Berbagai jenis mangga di nusantara hampir semuanya dijual di pasar buah Pasrepan.
Mulai dari mangga manalagi atau mangga madu, mangga gedong gincu, mangga gadung, mangga arumanis, mangga cengkir, mangga alpukat, mangga golek, mangga lalijiwo, mangga apel, mangga gandaria, mangga kweni, mangga manalagi Situbondo dll.
“Yang membuat para pecinta buah bahagia mendatangi pasar Pasrepan termasuk saya, adalah harganya yang murah dan rata-rata para pedagang buah tidak menjual kiloan (walau ada beberapa) melainkan langsung satu baskom, keranjang atau satu pikulan,” ungkap Sanjoto.
Sebagai contoh mangga arum manis dijual satu dalam baskom dengan harga Rp15 sampai Rp20 ribu, satu keranjang Rp45 sampai Rp50 ribu, satu pikulan (dua keranjang) antara Rp75 sampai Rp100 ribu.
“Tinggal pandai-pandainya kita menawar. Atau survei harga seluruh penjual nanti akan didapati harga termurah. Saya membeli satu keranjang mangga manalagi Situbondo, dimana mangga tersebut adalah mangga termahal dan memang terenak setelah saya coba semua testernya,” jelas Sanjoto
Menurut Sanjoto, tekstur dagingnya lembut dan empuk dan baunya harum jauh lebih enak daripada mangga arum manis atau gadung.
“Satu keranjang kena diharga Rp100 ribu-an, beratnya kurang lebih 21 kg. Wah murah sekali, bisa makan buah mangga sampai muntah ibaratnya,” kata dia.
Dalam perjalananya Sanjoto mengatakan membawa dua tas belakang yang biasanya buat touring terisi penuh dengan mangga manalagi Situbondo.
“Juga nambah pete satu gombyok harga Rp25 ribu, dan alpukat 2 kilogram seharga Rp20 ribu saja. Pulang ke rumah motor jadi anteng karena bawa beban tambah berat.” **




Respon (1)