KITAINDONESIASATU.COM-Tidak disangka ternyata Kabupaten Serang memiliki kopi lokal yang berkualitas tinggi, yakni kopi khas dari Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, berlabel Kopi Dadaman. Kopi jenis robusta inisudah menembus kafe-kafe di kota besar hingga Kalimantan
“Ada sekitar 119 hektare lahan di Kecamatan Ciomas yang ditanami kopi. Tapi kelompok tani dari Desa Citaman cuma ada 25 hektare yang ditanami kopi,” ungkap Muhamad Salim sebagai pelaku usaha Kopi Dadaman, kemarin.
Saat ini kopi dari Kabupaten Serang sudah banyak peminat. Bahkan, ada banyak pesanan yang masuk dari kafe-kafe besar di Banten dan Kalimantan. “Di Kafe Teras Bambu yang ada di daerah Dalung, Kota Serang, kita sudah isi, terutama di kafe-kafe di BSD (Bumi Serpong Damai) Tangerang Selatan, lalu dari Ciputat, Kota Tangerang, dan paling jauh ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” ungkap Salim.
Selain mendapatkan order dari kafe-kafe, Salim juga sering menjual Kopi Dadaman lewat berbagai event atau pameran yang dilaksanakan oleh pemerintah ataupun oleh pihak lain. “Sekarang ini mau kirim Kopi Dadaman ke Bali untuk dipasarin,” ujarnya.
Salim mengaku bahwa keberhasilan Kopi Dadaman menembus pasar Nasional, karena berkat kerja keras dan didukung oleh para kelompok tani di Desa Citaman. “Saya berjalan dengan kelompok tani, jadi kopinya menerima dari masyarakat, dari kebunnya masing-masing,” ujarnya.
Harga jual Kopi Dadaman mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per bungkus. “Jadi tergantung kemasannya. Kopi itu kan masing-masing daerah mempunyai ciri khas, termasuk Kopi Dadaman dari Ciomas,” pungkasnya.
Salim mengaku produksi kopi ini sudah berjalan tiga tahun dari tahun 2021 sampai saat ini, terus berusaha mengembangkan untuk produksi kopi bubuk Dedaman yang lebih banyak dan bisa dipasarkan keluar Banten hingga menembus pasar dunia
Untuk itu, Salim berharap kepada pemerintah dinas terkait untuk melihat budidaya UMKM yang sudah dikelola sejak tahun 2021 ini bisa berkembang agar potensi yang ada di daerah kami mampu berdaya saing dengan produksi kopi yang sudah termashur khususnya untuk pecinta kopi se-Indonesia.
“Keinginan kami agar prodak UMKM kopi robusta yang dikemas dengan merek Dadaman selangkah lebih maju, karena ini adalah hasil produksi dan diolah secara langsung dan juga bisa menghidupkan perekonomian warga sekitar,” ungkap Salim.
Mahari pecinta kopi mengatakan, Kopi Dadaman adalah kopi bubuk yang diproduksi tanpa campuran dan langsung diproduksi oleh tangan masyarakat secara alami. “Kami sudah mencoba berbagai kopi, namun kopi ini rasanya berbeda dengan kopi yang pernah saya rasakan. Mungkin yang membuat rasanya berbeda, karena tidak ada campuran bahan lain, sehingga rasanya nikmat dan kopinya pekat,” ujarnya.
