KITAINDONESIASATU.COM – Syarif Fasha, Anggota Komisi XII DPR RI, melakukan kunjungan kerja khusus ke Provinsi Bali untuk mengevaluasi kondisi kelistrikan di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Fasha mengungkapkan temuan penting terkait lonjakan penjualan listrik yang signifikan di Bali setelah pandemi.
“Bali adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang mengalami lonjakan penjualan listrik hingga 16,41 persen, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan nasional yang hanya 6,4 persen,” kata Fasha seperti ditulis Parlementaria pada Sabtu, 16 November 2024.
Namun, Fasha juga menyoroti ketergantungan Bali terhadap pasokan listrik dari luar daerah, terutama Jawa, yang disalurkan melalui kabel laut.
BACA JUGA: DPR Dorong Revisi UU Penanggulangan Bencana untuk Perkuat BNPB dan BPBD
Untuk mengatasi masalah ini, Fasha mendorong pembangunan pembangkit listrik di Bali agar kebutuhan listrik yang terus meningkat dapat dipenuhi.
Ia juga mengusulkan agar proyek tersebut dimasukkan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Fasha juga menekankan pentingnya pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Bali, mengingat Bali adalah destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
“Kami ingin Bali menjadi contoh dalam pemanfaatan energi terbarukan, bukan hanya bergantung pada energi fosil,” ungkapnya.
Selain itu, Fasha memberikan apresiasi terhadap investor yang tertarik berinvestasi di sektor energi, seperti Medco, namun mencatat adanya kendala dalam penerapan aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditargetkan pemerintah.
Fasha menjelaskan bahwa Presiden Jokowi menginginkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen, namun hal itu sulit untuk dipenuhi.
Oleh karena itu, ia mengusulkan agar dilakukan kelonggaran, dengan kemungkinan menurunkan persentase menjadi 20 persen, sambil tetap memperhatikan produk dalam negeri.
Dalam kunjungan ini, Komisi XII juga membahas pembentukan sejumlah Panitia Kerja (Panja), seperti Panja Kelistrikan, Panja Lingkungan Hidup, serta Panja Minerba dan Migas, untuk memastikan pengelolaan energi dan sumber daya alam yang lebih efisien di masa depan.- ***



