KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki masa pemilihan kepala daerah (Pilkada), sektor perhotelan di Kota Bogor, Jawa Barat, masih belum menggeliat.
Hingga saat ini, belum ada peningkatan signifikan dalam permintaan akomodasi maupun ruang pertemuan, meski Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 27 November mendatang semakin dekat.
Ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kota Bogor, dr. Yuno Abeta Lahay, mengungkapkan bahwa kondisi ini masih jauh dari harapan.
Baca Juga :Belanja Seru di Pasar, Sekda Bogor dan Tim Gelar Aksi Cinta Pasar Tradisional
“Sepertinya masih flat-flat saja, belum ada pengaruh tamu terkait Pilkada ini,” ujarnya dengan nada yang cukup khawatir, Sabtu 10 Agustus 2024.
Fenomena ini menjadi tanda tanya besar, mengingat biasanya pada tahun politik, sektor perhotelan kerap mendapat manfaat dari kenaikan permintaan.
Yuno juga menambahkan bahwa keterlambatan bisnis perhotelan ini bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian politik atau persaingan yang ketat di sektor lain.
Baca Juga : PAN Dukung Pasangan Dedie-Jenal di Pilkada Kota Bogor, Eddy Soeparno : Mereka Siap Berikan Perubahan
Melihat situasi yang kurang menggembirakan ini, Yuno berencana untuk menggandeng rekan-rekan PHRI dalam upaya meningkatkan daya tarik pelanggan melalui promosi bertema Pilkada.
“Mungkin nanti saya akan ajak rekan-rekan PHRI untuk membuat promosi Pilkada kepada calon pelanggan, baik di hotel maupun restoran,” ungkapnya. (Nicko)
