KITAINDONESIASATU.COM – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) baru saja mengumumkan serangkaian mutasi dan rotasi jabatan penting pada November 2024. Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Komisaris Jenderal (Komjen) Ahmad Dofiri.
Beliau kini resmi menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Lantas, seperti apa sosok Komjen Ahmad Dofiri, yang sebelumnya dikenal sebagai tokoh penting dalam menangani berbagai kasus besar di tanah air? Mari kita telusuri perjalanan kariernya, peran pentingnya dalam kasus Ferdy Sambo, hingga pengaruhnya terhadap transformasi Polri.
Profil Komjen Ahmad Dofiri
Komjen Ahmad Dofiri lahir di Indramayu, Jawa Barat, pada 4 Juni 1967. Beliau merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989, dengan prestasi luar biasa sebagai peraih Adhi Makayasa, penghargaan tertinggi untuk lulusan terbaik di setiap matra TNI dan Polri. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang unggul dalam aspek akademis, jasmani, dan kepribadian.
Karier Ahmad Dofiri dimulai sebagai Kanit Resintel Polsekta Tangerang pada 1990. Dari sini, langkahnya terus menanjak, mengemban berbagai jabatan strategis, seperti:
- Kanit Resmob Polres Tangerang (1991)
- Kapolres Bandung
- Kapoltabes Yogyakarta
- Wakapolda DIY (2013)
Pada 2016, Ahmad Dofiri mengawali tugasnya sebagai Kapolda Banten sebelum kembali ke Yogyakarta untuk menjabat sebagai Kapolda DIY. Selama tiga tahun memimpin, beliau berhasil menangani berbagai kasus besar, termasuk mengatasi fenomena klitih, aksi kekerasan jalanan yang marak di Yogyakarta.
Setelah itu, Dofiri menjabat sebagai Asisten Logistik (Aslog) Kapolri pada 2019, kemudian dipercaya sebagai Kapolda Jawa Barat pada 2020. Pada 2021, beliau diangkat sebagai Kabaintelkam Polri, salah satu jabatan strategis yang mengawasi intelijen kepolisian.
Peran Penting Ahmad Dofiri dalam Kasus Ferdy Sambo
Komjen Ahmad Dofiri mencatatkan namanya dalam sejarah Polri sebagai sosok yang berani dan tegas dalam menegakkan keadilan internal institusi. Beliau memimpin Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada sidang etik Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri yang terlibat dalam kasus pembunuhan ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).
Sidang tersebut, yang berlangsung pada 25 Agustus 2022, memutuskan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Ferdy Sambo. Keputusan ini menjadi salah satu langkah penting dalam menunjukkan komitmen Polri terhadap profesionalisme dan transparansi.
Mutasi Jabatan: Transformasi di Tubuh Polri
Mutasi Komjen Ahmad Dofiri menjadi Wakapolri diumumkan melalui Surat Telegram Nomor ST/2517/XI/KEP./2024, yang dirilis pada 11 November 2024. Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa ada 55 personel Polri yang mengalami mutasi, termasuk promosi lima pejabat tinggi Polri, yaitu:
- Komjen Ahmad Dofiri sebagai Wakapolri
- Irjen Dedi Prasetyo sebagai Irwasum Polri
- Irjen Chryshnanda Deilaksana sebagai Kemendiklat Polri
- Brigjen Cahyono Wibowo sebagai Kakortastipidkor
- Kombes Surya Kumara sebagai Kapuslitbang Polri
Selain itu, mutasi juga dilakukan untuk tiga Kapolda dan empat Wakapolda. Di antaranya:
- Kapolda Kalsel: Brigjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan
- Kapolda Papua Tengah: Brigjen Pol Alfred Papare
- Kapolda Papua Barat Daya: Brigjen Pol Gatot Haribowo
Langkah mutasi ini dianggap sebagai upaya penyegaran dan penguatan struktur organisasi Polri.
Ahmad Dofiri Sosok Pemimpin Berpengalaman
Karier panjang Ahmad Dofiri di kepolisian mencerminkan pengalaman yang mendalam dalam menangani berbagai bidang. Sebelum diangkat menjadi Wakapolri, beliau menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri pada 2023. Dalam perannya ini, Ahmad Dofiri menunjukkan komitmen terhadap peningkatan profesionalisme dan akuntabilitas di lingkungan Polri.
Sebagai Wakapolri, tantangan baru menantinya. Salah satunya adalah mendukung program reformasi Polri yang diusung oleh Jenderal Listyo Sigit, termasuk dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.
Transformasi di Era Kepemimpinan Baru
Dengan Ahmad Dofiri sebagai Wakapolri, publik berharap ada perbaikan yang signifikan dalam pelayanan Polri kepada masyarakat. Beliau diharapkan dapat melanjutkan komitmennya dalam menegakkan keadilan dan memperkuat sinergi antara kepolisian dengan masyarakat.
Keberhasilan Ahmad Dofiri dalam menangani kasus besar, seperti sidang etik Ferdy Sambo, menunjukkan bahwa beliau adalah sosok pemimpin yang tidak hanya tegas, tetapi juga berani mengambil langkah yang sulit demi integritas institusi.
Komjen Ahmad Dofiri adalah contoh nyata seorang perwira tinggi yang berdedikasi dalam menjalankan tugasnya. Dari karier panjangnya di kepolisian hingga perannya sebagai Wakapolri, beliau terus menunjukkan integritas dan profesionalisme.
Mutasi dan promosi jabatan di tubuh Polri pada November 2024 ini menandai era baru dalam kepemimpinan kepolisian, di mana reformasi dan peningkatan pelayanan menjadi fokus utama. Dengan Ahmad Dofiri sebagai Wakapolri, publik berharap Polri dapat semakin profesional, modern, dan terpercaya.

