News

Presiden Prabowo Temui Bos Freeport dan Pimpinan Perusahaan Amerika yang Berinvestasi di Indonesia

×

Presiden Prabowo Temui Bos Freeport dan Pimpinan Perusahaan Amerika yang Berinvestasi di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Prabowo bos Freeport

KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto menemui perusahaan-perusahaan besar asal Amerika Serikat (AS) dalam lawatannya ke negeri Paman Sam. Salah satunya perusahaan itu adalah Freeport McMoran yang juga sudah berinvestasi lama di Indonesia.

Perusahaan yang ditemuinya itu juga diketahui selama ini tergabung dalam The United States – Indonesia Society (USINDO). Prabowo berdialog dengan pemimpin perusahaan seperti Freeport, Chevron, General Electric, Georgetown, dan perusahaan lainnya.

“Mereka sangat terlibat dalam perekonomian Indonesia, dalam pembangunan Indonesia, sudah lama percaya dengan Indonesia dengan ekonomi Indonesia. Saya juga mendorong mereka terus melakukan investasi serta dalam rencana pembangunan kita,” kata Prabowo, yang dikutip Selasa (12/11).

Baca Juga  Konflik Tata Ruang Hambat Investasi, DPR Harapkan Dukungan Optimal dari BIG

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani menambahkan, bahwa diskusi berjalan dengan produktif. Presiden Prabowo juga menegaskan sikapnya terhadap isu korupsi yang disebutnya sebagai “kanker” bagi perekonomian dan pernyataan tersebut disambut baik oleh para anggota korporasi USINDO yang hadir.

“Beliau bahkan menyampaikan kalau ada yang korupsi atau yang membuat problem misalkan, kontak langsung ke beliau dan ini suatu message yang sangat positif, sangat clear, dan mereka responnya sangat meng-appreciate, very straight forward ke penjelasan dari Bapak Presiden Prabowo hari ini,” ungkap Rosan.

Baca Juga  Demonstrasi Besar di Chicago: Pengunjuk Rasa Serukan Akhiri Dukungan AS untuk Israel

Dalam pertemuan tersebut, isu energi terbarukan juga mendapat perhatian khusus. Beberapa perusahaan energi besar menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi dalam teknologi carbon capture dan geothermal guna mendukung target net zero emission Indonesia.

“Dan yang paling penting akan mengurangi birokrasi yang berbelit sehingga investasi yang masuk ke Indonesia juga membawa kebaikan untuk seluruh rakyat Indonesia,” ucap Rosan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *