Advertorial

Debat Publik Paslon, Rena Da Frina,  “Bagaimana Rayendra Akan Menangani Isu Krusial di Pasar Bogor?”

×

Debat Publik Paslon, Rena Da Frina,  “Bagaimana Rayendra Akan Menangani Isu Krusial di Pasar Bogor?”

Sebarkan artikel ini
Debat paslon Wali Kota Bogor berlangsung seru, Jumat (8/11/2024) malam. (tangkapan layar I News)
Debat paslon Wali Kota Bogor berlangsung seru, Jumat (8/11/2024) malam. (tangkapan layar I News)

KITAINDONESIASATU.COM – Debat publik pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor berlangsung meriah dan penuh dinamika.

Acara ini disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta pada Jumat, 9 November 2024, malam hari. Salah satu segmen yang paling menarik perhatian adalah sesi tanya jawab antara para calon, yang menampilkan pertanyaan tajam dan jawaban yang bersemangat.

Mengusung tema “Mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Sains yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan melalui SDM yang Berkualitas dan Berdaya Saing,” acara ini menjadi wadah bagi para calon untuk memaparkan visi dan misi mereka.

Pasangan calon nomor urut 4, Rena Da Frina dan Achmad Teddy Risandi dari partai PDI Perjuangan, memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan pertanyaan krusial mengenai masa depan Pasar Bogor kepada pasangan calon nomor urut 5, Raendi Rayendra dan Eka Maulana.

Rena Da Frina bertanya dengan tegas, “Jika nanti Bapak mendapat amanah menjadi Wali Kota Bogor, apa yang akan dilakukan terhadap Pasar Bogor? Apakah dilanjutkan atau bagaimana? Terima kasih.”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Raendi Rayendra menjawab dengan penuh antusiasme, “Terima kasih, Ibu Rena, atas pertanyaannya. Tentu saja, bila saya terpilih, yang pertama saya pikirkan adalah kesejahteraan para pedagang yang ada di sana. Kita akan melakukan revitalisasi karena Pasar Bogor adalah salah satu wajah kota ini. Insya Allah, pasar ini akan menjadi pusat lapangan pekerjaan, dan para pedagang lama tetap diutamakan.”

Rayendra menambahkan, “Misalnya, jika kita melakukan revitalisasi, para pedagang harus dipikirkan untuk berpindah ke Pasar Jambu Dua atau Sukasari. Tempat ini akan dibuat lebih baik dan bersih, menjadi pusat parkir kendaraan wisatawan dan pusat UMKM, sehingga PAD Kota Bogor akan meningkat. Prioritas kami adalah kesejahteraan warga, terutama pedagang Pasar Bogor,” tambah dia.

Rayendra juga menyoroti keluhan pedagang yang merasa terabaikan oleh pemerintah kota. “Ada pedagang yang marah karena pasar ditutup tanpa tindak lanjut dari Pemkot. Harapannya, pasar itu akan menjadi kantung parkir, dan Surya Kencana akan lebih berkembang, seperti yang disampaikan oleh wakil saya, Kang Eka,” paparnya.

Rena kemudian menyimpulkan dengan singkat, “Oke, baik, jadi kesimpulannya akan tetap dibongkar,” singkat Rena. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *