KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya telah memetakan sumur-sumur minyak idle atau nganggur di Indonesia. Lokasi itu nantinya akan kembali difungsikan untuk mengerek produksi minyak siap jual atau lifting yang setiap tahunnya terus mengalami penurunan.
Dikatakan Bahlil, pihaknya sudah membentuk tim satgas, khusus untuk menangani pemanfaatan sumur-sumur yang menganggur. Jika para operator tidak berniat mengaktifkannya kembali, pemerintah siap mengambil alih. “Kalau dia mau untuk mengerjakan, nggak apa-apa. Kalau nggak mau, serahkan ke pemerintah,” katanya, Jumat (1/11).
Bahlil mengatakan, pihaknya juga sedang mengkaji beberapa skema pengelolaan sumur idle tanpa melalui mekanisme lelang, sehingga prosesnya lebih efisien.
“Kalau dilelang lama ngapain? Bisa kita buat percepat aja. Kita ada banyak aturan di republik ini. Gara-gara sekian banyak aturan, kita bekerja aja nggak bisa. Kapan lelangnya, kapan menangnya. Kalau yang kecil-kecil ya. Tapi kalau yang gede-gede kan tetap lelang,” ungkap Bahlil.
Menurut Bahlil, pihaknya memperkirakan setidaknya terdapat sekitar 4.500 hingga 5.000 sumur idle di seluruh Indonesia. Meski tiap sumur hanya mampu menghasilkan antara 10 hingga 15 barel, namun jika diakumulasikan akan berdampak pada peningkatan lifting.
“Yang itu kan ada sekitar 4.500 sampai 5.000. Itu kan satu sumur bisa cuma 10 sampai 15 barel. Ada di bawah 10 bph gitu loh. Tapi kalau dikumpulin kan banyak. Sekarang lifting kita turun terus,” tukasnya. (*)


