KITAINDONESIASATU.COM – Sebanyak 36 atlet menerima penanganan kesehatan di venue pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 pada 7 November 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memastikan pelayanan medis tetap siaga untuk menangani cedera maupun keluhan kesehatan selama pertandingan berlangsung.
Penanganan dilakukan oleh tim medis di venue dan posko kesehatan sesuai prosedur. Atlet yang mengalami cedera berat dirujuk ke rumah sakit mitra untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kesiapan tenaga kesehatan, obat-obatan, peralatan medis, dan ambulans juga terus dijaga guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan cepat dan terkoordinasi.
Pada 7 November 2026, pelayanan kesehatan disediakan di empat lokasi pertandingan, yakni Stadion Pajajaran untuk cabang olahraga panahan, Indoor A GOR Pajajaran untuk pencak silat, Indoor B GOR Pajajaran untuk judo, serta GOR Vokasi IPB untuk shorinji kempo.
Pelayanan medis juga tersedia di Posko Kesehatan Pajajaran dan Subposko GOR Vokasi IPB.
Sementara itu, berdasarkan data kumulatif periode 2–6 November 2026, jumlah penanganan kesehatan di venue pertandingan tercatat sebanyak 74 orang.
Tim medis yang bertugas melibatkan Puskesmas Pasir Mulya, Tegal Gundil, Sempur, dan Bogor Tengah. Pelayanan juga didukung rumah sakit mitra, yakni Mayapada, Azra, Mulia, dan Melania, serta PSC 119 di Posko Kesehatan Pajajaran.
Dinkes Bogor Siagakan 474 Personel Kesehatan
Dinkes Kota Bogor terus memastikan kesiapan tenaga kesehatan, logistik, dan ambulans di seluruh venue pertandingan, termasuk untuk cabang olahraga aerosport-gantole yang berlangsung di Kabupaten Majalengka.
Evaluasi harian, penguatan koordinasi rujukan, serta pemantauan risiko cedera, dehidrasi, dan kesehatan lingkungan juga dilakukan secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, Dinkes Kota Bogor telah menyiapkan dukungan pelayanan kesehatan terpadu untuk menyukseskan Porprov XV Jawa Barat 2026 yang berlangsung pada 2–19 November 2026.
Dukungan tersebut diperuntukkan bagi atlet, ofisial, panitia, dan masyarakat selama pertandingan. Pelayanan mencakup penyediaan tenaga medis, fasilitas kesehatan, ambulans, rumah sakit rujukan, penanganan kegawatdaruratan, pengawasan kesehatan lingkungan, serta surveilans penyakit.
“Dukungan pelayanan kesehatan mencakup 28 cabang olahraga/disiplin di 14 venue pertandingan pada enam kabupaten/kota penyelenggara,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, Dinkes Kota Bogor menyiapkan 474 personel kesehatan yang terdiri atas tenaga medis fasilitas kesehatan, pendamping kontingen, dan Tim Pelaksana Dinas Kesehatan.
Rinciannya meliputi 146 dokter, 143 perawat, 102 pengemudi ambulans, 18 personel pendamping kontingen yang terdiri atas 10 dokter dan delapan pengemudi, serta 65 personel Tim Porprov Dinas Kesehatan.
Personel Tim Porprov tersebut mencakup unsur koordinasi, administrasi, logistik, kesehatan lingkungan, surveilans, dan dukungan operasional.
Selama pertandingan, disiapkan pula 378 penugasan tim medis. Setiap tim terdiri atas satu dokter, satu perawat, dan satu pengemudi ambulans. Penugasan dilakukan secara bergilir berdasarkan jadwal dan kebutuhan pelayanan di masing-masing venue.
Didukung Jejaring 62 Fasilitas Kesehatan
Pelayanan kesehatan Porprov XV Jawa Barat 2026 didukung jejaring 62 fasilitas kesehatan di Kota Bogor dan wilayah penyelenggara lainnya.
“Jejaring tersebut mencakup PSC 119 sebagai unsur pelayanan kegawatdaruratan, 25 Puskesmas di Kota Bogor, 22 rumah sakit di Kota Bogor, dua klinik di Kota Bogor, serta 12 fasilitas kesehatan pendukung di luar Kota Bogor,” ungkap Erna.
Jejaring tersebut mendukung pelayanan medis lapangan, penanganan kegawatdaruratan, dan sistem rujukan selama pertandingan.
Selain itu, jejaring rujukan mencakup 23 rumah sakit, terdiri atas 12 rumah sakit rujukan di Kota Bogor dan 11 rumah sakit rujukan di luar Kota Bogor.
Sebanyak 12 rumah sakit rujukan di Kota Bogor telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung penanganan cedera atau kecelakaan selama kegiatan olahraga.
Rumah sakit tersebut antara lain RS Bogor Senior Hospital (BSH), RS Melania, RS PMI, RS Islam, RS Azra, RS Vania, RSUD Kota Bogor, RS Siloam, RS Hermina, RS Mulia, RS Ummi, dan RS Mayapada.
Sebanyak 22 rumah sakit di Kota Bogor juga disiagakan untuk memberikan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Penanganan cedera olahraga atlet diprioritaskan melalui rumah sakit mitra BPJS Ketenagakerjaan dengan koordinasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
Sistem Pelayanan Medis Dua Lapis
Untuk memastikan respons cepat, pelayanan medis Porprov Jabar 2026 menggunakan sistem dua lapis.
Lapis pertama melibatkan tim medis Puskesmas dan PSC 119 yang bersiaga langsung di area pertandingan atau field of play. Tim bertugas memberikan pertolongan pertama, stabilisasi pasien, dan penanganan awal kegawatdaruratan.
Sementara itu, lapis kedua melibatkan tim rumah sakit yang mendukung penanganan lanjutan melalui pos kesehatan terpadu, antara lain di GOR Pajajaran dan Green Forest.
Kesiapan peralatan medis juga menjadi perhatian. Dinkes Kota Bogor menyiapkan 18 unit Automated External Defibrillator (AED), 36 Emergency Kit, Long Spine Board untuk evakuasi cedera tulang belakang, serta sistem komunikasi dan rujukan kegawatdaruratan melalui SPGDT.
“Persiapan pelayanan kesehatan mencakup koordinasi lintas wilayah dengan lima kabupaten/kota penyelenggara, penetapan Tim Pelaksana Pelayanan Kesehatan dan pembagian tugas, koordinasi dengan rumah sakit untuk kesiapan IGD dan sistem rujukan, pelatihan tim kesehatan untuk penanganan kegawatdaruratan dan cedera olahraga, penyiapan obat-obatan, bahan medis habis pakai, dan peralatan kegawatdaruratan, serta pengecekan kesiapan venue, lokasi pelayanan medis, akses ambulans, jalur evakuasi, dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.
Sebanyak 19 Ambulans Disiapkan untuk 15 November
Tanggal 15 November 2026 diproyeksikan menjadi salah satu hari dengan kebutuhan dukungan medis tertinggi di Kota Bogor. Pada hari tersebut, sebanyak 10 cabang olahraga dijadwalkan berlangsung secara bersamaan.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pelayanan, sebanyak 19 ambulans beserta tim medis disiapkan untuk bersiaga secara serentak. Koordinasi pelayanan kesehatan dan sistem rujukan juga akan diperkuat.
Selain pelayanan medis, Dinkes Kota Bogor meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui pengawasan kesehatan lingkungan serta keamanan pangan.
Langkah tersebut meliputi penerbitan edaran kewaspadaan keamanan pangan, penyampaian informasi mengenai katering dan jasa boga bersertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pemeriksaan kualitas air bersih dan kelayakan toilet atau kamar mandi, pengawasan pengelolaan sampah, serta pengendalian vektor penyakit di lingkungan venue pertandingan.
“Pengawasan ditujukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan serta mencegah kejadian luar biasa keracunan pangan,” ujarnya.
Dinkes Perkuat Kewaspadaan Penyakit Selama Porprov
Sistem kewaspadaan dini penyakit juga diperkuat sebelum, selama, dan setelah penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026.
Upaya tersebut meliputi pemantauan penyakit menular, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare. Selain itu, kewaspadaan terhadap dehidrasi dan kelelahan ekstrem pada atlet juga ditingkatkan.
Dinkes Kota Bogor turut memperkuat Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta kesiagaan Tim Gerak Cepat untuk merespons potensi kejadian luar biasa atau peningkatan kasus penyakit.
Dinkes Kota Bogor mengajak atlet, ofisial, panitia, penonton, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026 yang aman, sehat, bersih, dan tertib.
Masyarakat diimbau tidak merokok di seluruh lokasi pertandingan karena venue merupakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pengunjung juga diminta menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang aman dan memenuhi persyaratan kesehatan.
Selain itu, masyarakat diharapkan memenuhi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mematuhi ketentuan keselamatan dan ketertiban serta arahan petugas, dan segera menghubungi petugas kesehatan atau panitia apabila membutuhkan pertolongan medis.
Erna menegaskan, Dinkes Kota Bogor telah menyiapkan dukungan pelayanan kesehatan melalui kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan, ambulans, rumah sakit rujukan, sistem penanganan kegawatdaruratan, serta penguatan upaya promotif dan preventif.
“Dinas Kesehatan Kota Bogor siap mendukung penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026 dengan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada keselamatan peserta serta masyarakat,” ujarnya.






