KITAINDONESIASATU.COM – Misi Dagang dan Ivestasi yang digelar Pemprov Jatim dan Sulsel mencatatkan transaksi hingga mencapai Rp5,69 triliun, Rabu (4/11/2026), menjadi peluang memperkuat kerja sama ekonomi dan memperluas pasar produk unggulan kedua provinsi.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan misi dagang ini tidak hanya mendorong transaksi bisnis, tetapi juga mempererat hubungan kerja sama antardaerah guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Misi Dangang yang digelar ini diharapkan membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi kedua provinsi untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Khofifah dalam rilisnya dikutip, Jumat (6/11/2026).
Misi dagang turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, serta sejumlah pelaku usaha dari kedua provinsi, juga dilakukan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk penguatan kerja sama antardaerah di bidang perdagangan dan investasi.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan misi ini menjadi bentuk komitmen dalam memperkuat kerja sama sekaligus mendorong transaksi perdagangan antara kedua provinsi yang saling menguntungkan.
“Kami mengapresiasi kehadiran Ibu Gubernur Jatim yang hadir langsung dalam misi dagang ini. Kehadiran beliau menjadi bentuk komitmen nyata dalam memperkuat kerja sama dan mendorong transaksi perdagangan antara Jatim dan Sulsel,” ungkap Andi Sudirman.
Dari total transaksi Rp5.693.130.900.000 tersebut, nilai penjualan produk Jawa Timur mencapai Rp4.717.044.900.000, sedangkan pembelian dari Sulawesi Selatan sebesar Rp976.086.000.000.
Sejumlah komoditas yang diperdagangkan dari Jatim meliputi olahan daging unggas dan ruminansia, susu, pakan ternak, daging unggas, daging ruminansia, anak ayam, kambing dan domba, frozen food dan frozen seafood, aluminium ekstrusi, tepung gaplek, gula cair, material atap bitumen, produk fashion, beras, gula kristal putih, benih pertanian, white charcoal, cabai, serta pakan ikan dan udang.
Sementara itu, komoditas yang dibeli Jawa Timur dari Sulawesi Selatan antara lain kayu gergajian atau veneer, arang batok kelapa, ikan tuna, rotan, rempah-rempah, mete, serta cengkeh dan gagang cengkeh. **





