KITAINDONESIASATU.COM – Kehadiran mobil listrik China mulai mengubah persaingan industri otomotif Korea Selatan.
Produsen lokal seperti Hyundai dan Kia menghadapi tekanan setelah merek asal China menawarkan kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau dan fitur kompetitif.
BYD menjadi salah satu produsen yang berhasil memperluas pasarnya di Negeri Ginseng. Berdasarkan data riset Carisyou, BYD menjual lebih dari 20.000 unit kendaraan di Korea Selatan selama sembilan bulan pertama 2026.
Angka tersebut melampaui gabungan penjualan Toyota dan Lexus.
Perkembangan itu terjadi ketika minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat. Sekitar seperempat mobil baru yang terjual di Korea Selatan sepanjang 2026 merupakan kendaraan listrik.
Strategi harga menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan produsen China.
BYD Dolphin, misalnya, ditawarkan dengan harga sekitar 18.500 dolar AS atau setara Rp300 jutaan, sehingga menarik konsumen yang mencari kendaraan listrik dengan biaya lebih terjangkau.
Hyundai dan Kia Hadapi Persaingan Harga Mobil Listrik China
Produsen lokal Korea Selatan selama ini lebih banyak menggarap segmen kendaraan listrik premium. Kondisi tersebut membuka peluang bagi BYD untuk menjangkau konsumen yang membutuhkan mobil listrik dengan harga lebih rendah.
Selain BYD, sejumlah merek China juga mulai memperluas jaringan penjualan di Korea Selatan. Zeekr telah membuka pemesanan SUV 7X sejak Juni 2026 dan menargetkan pembangunan 14 showroom hingga akhir tahun.
Persaingan tersebut mendorong pelaku industri otomotif Korea meminta dukungan pemerintah. Asosiasi Otomotif dan Mobilitas Korea mengusulkan pemberian insentif pajak untuk kendaraan listrik produksi dalam negeri.





