Sementara itu, ekspansi produsen China juga menyasar Jepang. Namun, penetrasi pasar di negara tersebut berjalan lebih lambat dibandingkan Korea Selatan.
BYD telah membangun lebih dari 75 dealer di Jepang dan menargetkan penambahan jaringan hingga 100 lokasi. Meski demikian, perusahaan hanya menjual kurang dari 4.000 kendaraan selama sembilan bulan pertama 2026.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga kompetitif belum cukup untuk menembus semua pasar.
Tingkat adopsi kendaraan listrik, preferensi konsumen, jaringan layanan, dan kepercayaan terhadap merek turut menentukan keberhasilan produsen China dalam menghadapi industri otomotif mapan.(*)





